Sultan, Nurlia
Institut PTIQ Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Empirisme sebagai Cabang Filsafat dan Perannya dalam Pendekatan Ilmuwan terhadap Kemajuan Sains dan Teknologi Sultan, Nurlia
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v11i1.21236

Abstract

Empirisme adalah sebuah filsafat pengetahuan yang menyatakan bahwa pengetahuan manusia diperoleh melalui pengalaman, observasi, dan eksperimen. Artinya, pengetahuan tersebut diperoleh dari data atau informasi yang diperoleh melalui pancaindera manusia, bukan melalui akal atau nalar semata. Empirisme berperan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki batasan dan kritik. Filsuf seperti Immanuel Kant dan Karl Popper mengembangkan sintesis antara empirisme dan rasionalisme. Empirisme merupakan salah satu bentuk inovasi yang berani. John Locke adalah tokoh pembawa gerbong aliran empirisme dalam filsafat. Sebuah aliran yang berkiblat bahwa semua pikiran dan gagasan manusia berasal dari sesuatu yang didapatkan melalui indera, melalui pengalaman oleh sebab itu ide bawaan apriori yang diyakini Descrates adalah salah. John Locke sangat percaya bahwa benak manusia sewaktu dilahirkan bagaikan kertas putih (tabularasa). Ide yang terdapat di dalam benak manusia sesungguhnya berasal dari pengalaman. Ia hadir secara aposteriori. Pengenalan manusia terhadap seluruh pengalaman yang dilaluinya (mencium, merasa, mengecap, mendengar) menjadi dasar bagi hadirnya gagasan-gagasan sederhana. Namun pikiran bukanlah sesuatu yang pasif terhadap segala sesuatu yang datang dari luar. Beberapa aktivitas berlangsung dalam pikiran. Gagasan-gagasan yang datang dari indera diolah dengan cara berfikir, bernalar, mempercayai, meragukan dan dengan demikian memunculkan apa yang disebut perenungan. Empirisme timbul sebagai reaksi dari paham rasionalisme “Rene Descartes”dan membawa kontribusi dalam Pendidikan Ilmu Pengetahuan. Dalam sintesis, empirisme memainkan peran kunci dalam kemajuan sains dan teknologi dengan menekankan pengamatan, eksperimen, dan verifikasi. Namun, perlu diakui bahwa empirisme juga memiliki batasan dan kritik.