Pendahuluan: Cakupan pelayanan penggunaan alat kontrasepsi pasca persalinan di Pendopo Kabupaten Empat Lawang masih sangat rendah, Tahun 2023 tercatat hanya 1.250 ibu nifas yang menggunakan alat kontrasepsi Intrauterine Device (IUD) hanya (2,4%). Rendahnya pemahaman tentang kontrasepsi IUD membuat minat penggunaan alat Kontrasepsi IUD pasca persalinan sangat kurang. IUD merupakan salah satu Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang memiliki efektivitas paling tinggi dalam mencegah kehamilan. Faktor yang mempengaruhi minat ibu untuk menggunakan kontrasepsi IUD yakni pendidikan, pekerjaan, sosial ekonomi, informasi petugas kesehatan, tingkat pengetahuan dan dukungan suami. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat Pendidikan dan pengetahuan dengan minat ibu terhadap penggunaan alat kontrasepsi IUD di Puskesmas Pendopo Kabupaten Empat Lawang. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik menggunakan cross sectional, sampel sebanyak 89 ibu diambil secara purposive sampling. Menggunakan data primer, diolah secara univariat dan bivariat dengan analisis uji chi square. Hasil: Didapatkan 59 (66,3%) ibu berminat menggunakan IUD, 50 (56,2%) ibu berpendidikan tinggi, 54 (60,7%) ibu berpengetahuan baik, Ada hubungan pendidikan dengan minat ibu terhadap penggunaan kontrasepsi IUD (p value = 0,007) ada hubungan pengetahuan dengan minat ibu terhadap penggunaan kontrasepsi IUD (p value = 0,000). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan ada hubungan Pendidikan dan pengetahuan dengan minat ibu terhadap penggunaan kontrasepsi IUD. Diharapkan Puskesmas dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan ibu pemilihan alat kontrasepsi yang tepat dan efisien. Pada bidan diharapkan dapat memberikan penyuluhan mengenai KB IUD dengan informasi yang lengkap ketika melakukan konseling KB terutama akseptor yang akan memilih KB IUD