Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat argumentasi mahasiswa dalam merespons isu sosial kimia (Socio-Scientific Issue/SSI) menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel terdiri dari 75 mahasiswa Pendidikan Kimia FKIP Undana (semester 4-6) yang dipilih melalui teknik klaster. Instrumen utama berupa soal argumentasi tertulis berbasis SSI (validitas tinggi ; reliabilitas 0.795). Jawaban mahasiswa selanjutnya dianalisis menggunakan rubrik Level of Argumentation. Hasil analisis menunjukkan bahwa distribusi tingkat argumentasi membentuk pola piramida terbalik, dengan mayoritas mahasiswa (32%) berada pada level 2 (mampu menyusun argumentasi yang mengandung claim dan data), selanjutnya level 3 (28%), level 1 (18,7%), level 4 (13,3%), dan level 5 (8%). Secara komponen, claim muncul dalam seluruh respons (100%), data pada 82,7%, warrant (52%), backing (27,3%), dan rebuttal hanya pada 14,7% mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada tingkat argumentasi yang rendah dengan struktur yang masih sederhana dan minim. Dominasi claim dan data tanpa warrant, backing, dan rebuttal mencerminkan keterbatasan berpikir kritis dan reflektif. Perlu adanya strategi pembelajaran berbasis SSI dan dialog argumentatif untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan literasi sains yang lebih mendalam.