Latar Belakang: IFRS 9 dengan model Expected Credit Loss (ECL) mendorong pengakuan dini atas kerugian kredit untuk meningkatkan transparansi laporan keuangan. Namun, implementasi adopsi IFRS 9 dapat dipengaruhi oleh faktor internal seperti intellectual capital, leverage, competitive advantage, dan earnings management khususnya di sektor perbankan Indonesia, Malaysia, dan Thailand.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intellectual capital, leverage, competitive advantage, dan earnings management terhadap implementasi adopsi IFRS 9 di perbankan Indonesia, Malaysia, dan Thailand Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan regresi data panel yang diolah dengan Eviews 12. Sampel penelitian terdiri atas 255 observasi, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa intellectual capital, leverage, competitive advantage dan earnings management tidak berpengaruh terhadap implementasi adopsi IFRS 9 di perbankan Indonesia Malaysia dan Thailand. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor eksternal seperti kekuatan regulasi dan kesiapan sistem pelaporan lebih dominan dibandingkan faktor internal perusahaan dalam mendorong keberhasilan adopsi IFRS 9 di negara berkembang.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis gabungan intellectual capital, leverage, competitive advantage, dan earnings management terhadap implementasi adopsi IFRS 9 secara komparatif di perbankan negara berkembang (Indonesia, Malaysia, dan Thailand), berbeda dari penelitian sebelumnya yang hanya fokus pada satu negara.