Widayat, Tri Nugroho Emanuel
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KOLABORASI MEDIA SOSIAL DALAM MENDUKUNG KEBERHASILAN DESA WISATA STUDI KASUS DESA WISATA NGLANGGERAN KAPANEWON PATUK KABUPATEN GUNUNGKIDUL Aryanto, Sofyan Dwi; Widayat, Tri Nugroho Emanuel
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.5730

Abstract

Nglanggeran Tourist Village is one of the most successful tourist villages in Gunungkidul Regency, Yogyakarta Special Region (DIY), having received various national and international awards. Its success is not solely based on the uniqueness of its natural and cultural potential, but also on effective communication and promotional strategies, including the use of social media. This study aims to analyze the forms of social media collaboration carried out by the Nglanggeran Tourist Village management, tourism actors, the community, private sector, and external parties in enhancing visibility and tourist visits. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. The results of the study conclude that collaboration in the form of social media content, as well as digital literacy training, are key to strengthening Nglanggeran's brand image as a community-based tourist village. Social media also accelerates the dissemination of information and reinforces cross-platform promotional networks. ABSTRAKDesa Wisata Nglanggeran merupakan salah satu desa wisata sukses di Kabupaten Gunungkidul DIY, yang memperoleh berbagai macam penghargaan, baik tingkat nasional maupun internasional. Keberhasilannya tidak hanya bertumpu pada keunikan potensi alam dan budaya lokal, tetapi juga pada strategi komunikasi dan promosi yang efektif, termasuk pemanfaatan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kolaborasi media sosial yang dilaksanakan oleh pengelola Desa Wisata Nglanggeran, pelaku pariwisata, Masyarakat, swasta dan pihak eksternal dalam meningkatkan visibilitas dan kunjungan wisatawan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kolaborasi dalam bentuk konten media sosial, serta pelatihan literasi digital menjadi kunci dalam memperkuat brand image Nglanggeran sebagai desa wisata berbasis komunitas. Media sosial juga mempercepat proses penyebaran informasi dan memperkuat jejaring promosi lintas platform.
JATI DIRI PEREMPUAN KEI YANG TERLUPAKAN (STUDI TENTANG PERUBAHAN IDENTITAS BUDAYA DAN PERAN PEREMPUAN DALAM PELESTARIAN NILAI ADAT, MASYARAKAT ADAT KEI, MALUKU TENGGARA) Rahail, Jhosephin Virani Triani; Widayat, Tri Nugroho Emanuel
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.5738

Abstract

Kei women traditionally embody a gentle, calm, and conciliatory identity, as reflected in the legendary figure of Nén Ditsakmas. However, in today’s era of modernization, this identity is increasingly forgotten and eroded by social and cultural changes that bring individualistic values and lifestyles divergent from ancestral traditions. This study aims to examine the role of Kei women in managing customary knowledge and how changes in cultural identity affect the preservation of traditional values. A qualitative method involving in-depth interviews, participatory observation, and analysis of customary documents was used to reveal these dynamics. The results show that although the traditional identity of Kei women is fading, their role in upholding customary norms and social harmony remains significant. The research findings indicate that although the traditional identity of Kei women is beginning to fade, their role in maintaining customary norms and social harmony remains significant. Younger generations of Kei women experience a shift in identity, tending to prioritize education, employment, and economic mobility over involvement in traditional activities. Nonetheless, they continue to play an important role in upholding social norms, conducting traditional ceremonies, mediating conflicts, and passing down cultural values to the younger generation. This participation takes on a more hidden form and adapts to ongoing social changes, reflecting the continued role of women in preserving community harmony. ABSTRAKPerempuan Kei secara tradisional mencerminkan jati diri yang lembut, tenang, dan mendamaikan, sebagaimana tergambar pada sosok legendaris Nén Ditsakmas. Namun, dalam era modernisasi saat ini, jati diri perempuan Kei tersebut mulai terlupakan dan tergerus oleh perubahan sosial dan budaya yang membawa nilai-nilai individualistik serta gaya hidup yang berbeda dari tradisi leluhur. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran perempuan Kei dalam pengelolaan pengetahuan adat dan bagaimana perubahan identitas budaya memengaruhi pelestarian nilai-nilai tradisional. Metode kualitatif dengan wawancara mendalam, dan observasi partisipatif digunakan untuk mengungkap dinamika tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun jati diri tradisional perempuan Kei mulai memudar, peran mereka dalam menjaga norma adat dan menjaga harmoni sosial masih signifikan. Perempuan Kei generasi muda mengalami pergeseran identitas, dengan kecenderungan lebih memprioritaskan pendidikan, pekerjaan, dan mobilitas ekonomi dibanding keterlibatan dalam aktivitas adat. Meskipun demikian, mereka tetap memainkan peran penting dalam menjaga norma sosial dan pelaksanaan upacara adat, mediasi konflik, serta pewarisan nilai budaya kepada generasi muda. Partisipasi ini berlangsung dalam bentuk yang lebih tersembunyi dan menyesuaikan diri dengan perubahan sosial yang terjadi, mencerminkan keberlanjutan peran perempuan dalam menjaga harmoni komunitas.
KAPASITAS KEPALA DESA DALAM MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT KALURAHAN CONDONGCATUR KECAMATAN DEPOK KABUPATEN SLEMAN Marbi, Silas; Widayat, Tri Nugroho Emanuel
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.6200

Abstract

Community empowerment is a key pillar of sustainable village development. The village head, as the highest leader at the village level, plays a strategic role in mobilizing local potential, fostering citizen participation, and achieving community independence. This study aims to analyze the capacity of the Head of Condongcatur Village in empowering the community, focusing on aspects of leadership, decision-making, communication, and collaboration with various stakeholders. The research background stems from the urgency of synergy between village government and community to address increasingly complex local development challenges, especially in urbanized areas like Condongcatur. This research uses a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The results show that the Head of Condongcatur Village has demonstrated considerable capacity in promoting empowerment programs, although challenges remain in terms of program sustainability and broader community involvement. These findings are expected to contribute to strengthening village leadership capacity in the future. ABSTRAKPemberdayaan masyarakat merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan desa yang berkelanjutan. Kepala desa sebagai pemimpin tertinggi di tingkat desa memiliki peran strategis dalam menggerakkan potensi lokal, membangun partisipasi warga, dan mewujudkan kemandirian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas Kepala Kalurahan Condongcatur dalam memberdayakan masyarakat, baik dari aspek kepemimpinan, pengambilan keputusan, komunikasi, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam menjawab tantangan pembangunan lokal yang semakin kompleks, terutama di wilayah urban seperti Condongcatur. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala Kalurahan Condongcatur memiliki kapasitas yang cukup baik dalam mendorong program pemberdayaan, meskipun masih terdapat tantangan dalam hal keberlanjutan program dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi penguatan kapasitas kepemimpinan desa ke depan.