Pengembangan literasi di perguruan tinggi tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca dan menulis mahasiswa, tetapi juga memperkuat kecerdasan emosional mereka dalam menghadapi tantangan akademik dan kehidupan nyata. Integrasi literasi dalam kurikulum memberikan landasan untuk pengembangan keterampilan analitis dan kritis yang mendalam, serta meningkatkan kesiapan mental mahasiswa dalam menghadapi dinamika masyarakat dan dunia kerja. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan survei kuantitatif dengan kuesioner untuk meneliti hubungan antara minat literasi mahasiswa dan kecerdasan emosional, melibatkan 30 partisipan dari berbagai jurusan dengan teknik purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara minat literasi mahasiswa (X) dengan kecerdasan emosional mereka (Y), dengan koefisien korelasi Pearson sebesar 0.684 dan p-value yang sangat rendah ( 0.001). Regresi linear sederhana menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu unit dalam minat literasi berkontribusi pada peningkatan sebesar 0.449 unit dalam kecerdasan emosional. Model regresi juga signifikan secara statistik (F = 24.678, p 0.001), dengan koefisien determinasi (R) sebesar 0.468, menunjukkan bahwa 46.8% variasi dalam kecerdasan emosional dapat dijelaskan oleh variabel minat literasi. Studi ini menunjukkan bahwa minat literasi mahasiswa secara signifikan berkontribusi terhadap perkembangan kecerdasan emosional mereka, dengan bukti kuat dari analisis regresi linear sederhana. Implikasi praktisnya menyarankan perlunya fokus lebih besar pada pengembangan literasi dalam kurikulum perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas pengalaman belajar dan kesejahteraan emosional mahasiswa secara holistik. Kesimpulan ini menegaskan pentingnya integrasi literasi sebagai bagian integral dari pendidikan tinggi untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dalam dunia profesional dan personal yang kompleks. Kata Kunci : Pendidikan, Literasi, Kecerdasan, Emosional, Mahasiswa