Davi Sundari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH RELAKSASI GENGGAM JARI TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI PADA PASIEN POST OPERASI APENDIKTOMI DI RSIASSYIFA KOTA SUKABUMI Reni Anggraeni; Davi Sundari; Nurhayati
Jurnal Kesehatan Farmasi Manajemen Vol 3 No 1 (2025): JURNAL ILMU KESEHATAN FARMASI, KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : JURNAL KESEHATAN FARMASI MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Kejadian Apendicsitis berdasarkan WHO (Word Health Organization)pada tahun 2018 mencapai 7 dari populasi penduduk dunia, kejadian meningkat 25 kasusper 10.000 anak per tahunnya. Di Indonesia prevalensi apendisitis adalah 65.755 kasusapendisitis pada tahun 2016, 75.601 pada tahun 2017 dan Indonesia menduduki peringkatke 4 pada tahun 2018 dengan 28.040 pasien rawat inap. Dinas Kesehatan Jawa Baratmenyebutkan pada tahun 2020, jumlah kasus apendisitis di Jawa Barat sebanyak 5.980penderita dan menyebabkan kematian sebesar 177 jiwa . di Ruang Arafah III RSI AssyfaKota Sukabumi kejadian Apendicitis pada bulan Januari, Februari dan Maret tahun 2024masuk di 2 penyakit terbesar dari 6 penyakit. Apendicsitis masih menjadi salah satupenyebab utama operasi perut darurat, terutama pada anak-anak dan remaja dengankomplikasi yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani tepat waktu. Pada umumnya postoperasi apendiktomi mengalami nyeri akibat bedah luka operasi.Terapi non farmakologissalah satunya yaitu relaksasi genggam jari.Tujuan : Mengetahui pengaruh relaksasi genggam jari terhadap penurunan tingkat nyeripada pasien post operasi apendiktomi di RSI Assyfa Kota Sukabumi.Metode Penelitian : Rancangan penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Experimentalyaitu dengan melibatkan kelompok kontrol. Penelitian ini dilakukan di Ruang Arafah IIIRSI Assyfa Kota Sukabumi Tahun 2024, pada bulan Januari - Februari 2025. Sampel yangdigunakan berjumlah 20 sampel yang diambil dengan teknik non probability sampling yangdigunakan yaitu teknik total sampling. Analisis univariate disajikan dalam bentuk tabeldistribusi frekuensi, sedangkan analisis bivariate menggunakan rumus risk relative (RR)atau rasio resiko/rasio relative.Hasil : Hasil analisis RR diperoleh nilai RR = 1,66. Artinya RR >1. Sehingga dapatdisimpulkan bahwa ada pengaruh relaksasi genggam jari terhadap penurunan tingkat nyeripada pasien post operasi apendiktomi di Ruang Arafah III RSI Assyfa Kota Sukabumi.
GAMBARAN PENJUALAN OBAT PARACETAMOL DI APOTEK JAYA FARMA PELABUHAN RATU Linawati Handayani; Davi Sundari; Rifda Moh Ramadani
Jurnal Kesehatan Farmasi Manajemen Vol 3 No 2 (2025): JURNAL ILMU KESEHATAN FARMASI DAN KEPERAWATAN
Publisher : JURNAL KESEHATAN FARMASI MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Apotek merupakan sarana pelayanan kefarmasian, memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan distribusi dan ketersediaan obat yang aman, efektif, dan berkualitas. Salah satu jenis obat yang paling umum dan banyak digunakan oleh masyarakat adalah paracetamol. Paracetamol dikenal luas sebagai analgetik dan antipiretik yang efektif untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang serta menurunkan demam. Tingginya permintaan akan paracetamol menjadikannya salah satu item penjualan dominan di banyak apotek. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penjualan obat parasetamol di Apotek Jaya Farma Pelabuhanratu. Metode Penelitian : Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan purposive sampling, dari data dalam sistem apotek. Data yang dianalisis meliputi volume, nilai dan tren penjualan Parasetamol Generik dan Non Generik dalam bentuk sediaan tablet. Hasil : Hasil menunjukkan bahwa Parasetamol  generik terjual sebanyak 89 unit/Strip (dengan Total Nilai Penjualan Rp 623.000 sedangkan Parasetamol non generik terjual 366 unit/Strip dengan nilai Rp 2.796.500. Perbandingan total volume penjualan dan nilai penjualan obat Parasetamol generik dan Non Generik keduanya jauh berbeda, volume penjualan dan Nilai penjualan obat Parasetamol Non Generik jauh lebih tinggi. Tren penjualan obat Parasetamol Generik mengalami peningkatan di bulan Desember 2024 dan menurun kembali pada bulan Januari 2025, selanjutnya penjualan stabil sampai bulan Juni 2025. Tren penjualan obat Parasetamol Non Generik mengalami penurunan di bulan Desember 2024 dan peningkatan yang cukup stabil dan meningkat di bulan Juni 2025