Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Efektifitas Terapi Caring Support Neobil terhadap Perubahan Kadar Bilirubin Serum Total Hyperbilirubinemia pada Neonatus Di Rumah Sakit Dustira Cimahi An'nisaa Heriyanti; Restuning Widiasih; Murtiningsih
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 12 No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.vi.154

Abstract

Less breast feeding and slow treatment of light therapy can strengthen the accumulation of bilirubin in the blood. The purpose of this research is to know the effectiveness of caring therapy NEOBIL to change the value of bilirubin levels of serum hyperbilirubinemia total physiological in neonatal in Dustira Hospital, Cimahi City. The research design uses a quasi-experiment with a non-equivalent control group design pre-test post-test. Samples were taken consecutive divided into intervention groups (29 respondents) and control groups (29 respondents) following the criteria of inclusion. The research instrument used is the action observation sheet and machine tool of TMS 24i & 50i. Data is analyzed using a t-test paired and independent t-test. Results showed average levels of total serum bilirubin after intervention in the intervention group (9.17) while the control group (11.23) between the two groups was a meaningful decline (P-value 0.002). Based on the results of Caring therapy Research support NEOBIL more effectively statistically help light therapy lowers the value of total serum bilirubin.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN KEJADIAN WASTING DI POSYANDU DESA CIPINANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS RUMPIN Heriyanti, An’nisaa; F, Tria
Jurnal Delima Harapan Vol 12 No 1 (2025): Maret
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN HARAPAN MULYA PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31935/delima.v12i1.300

Abstract

Latar Belakang : Gizi merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam masa pertumbuhan si balita. Pengetahuan ibu tentang cara memberikan dan memilih makanan yang tepat pada anak sering menyebabkan anak menjadi kurang gizi, namun kekurangan gizi masih seering terjadi walaupun pengetahuan ibu baik. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menganalisa hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian wasting pada balita di posyandu Desa Cipinang wilayah kerja Puskesmas Rumpin tahun 2024. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah assosiatif kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh balita di Posyandu Desa Cipinang sebanayak 125 dan di ambil sampel sebanyak 100 balita. Hasil: Hasil penelitian menggambarkan 55,0% balita mengalami wasting. Terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian wasting dengan p-value 0,017. Kesimpulan : Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa wasting masih banyak terjadi pada ibu dengan tingkat pengetahuan kurang. Simpulan penelitian ini adanya hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian Wasting. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah tenaga kesehatan terutama petugas posyandu untuk lebih mengajak para ibu rutin ke posyandu agar pertumbuhan dan perkembangan anak lebih terpantau.
HUBUNGAN LAMA PENGUNAAN KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI PMB BIDAN S KABUPATEN SUKABUMI Indah Soelistyawati; Panduwita; An’nisaa Heriyanti; Shebikah Anani
Jurnal Kesehatan Farmasi Manajemen Vol 3 No 1 (2025): JURNAL ILMU KESEHATAN FARMASI, KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : JURNAL KESEHATAN FARMASI MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga berencana (KB) adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suamiistri untuk menghindari kelahiran yang tidak diinginkan. Pemilihan metode kontrasepsi,seperti kontrasepsi hormonal perlu mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari statuskesehatan dan efek samping yang akan timbul. Lama Penggunaan kontrasepsi hormonalberkaitan erat dengan terjadinya gangguan. Salah satu gangguan kesehatan yang dapatdialami wanita usia subur pengguna kontrasepsi hormonal yaitu peningkatan tekanandarah. Hipertensi atau yang biasa dikenal dengan darah tinggi sangat perlu mendapatkanperhatian dari setiap individu. Hal ini dikarnakan hipertensi dapat menyerang setiaporang tanpa adanya tanda yang muncul pada tubuh. Tujuan penelitian dilakukan untukmengetahui hubungan penggunaan KB suntik 3 bulan dengan kejadian hipertensi diPMB Bidan S kabupaten sukabumi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitiankuantitatif, desain penelitian yang di gunakan cross sentional. Populasi ada penelitian iniialah akseptor KB suntik 3 bulan berjumlah 212, sempe menggunakan total sempeldengan kriteria sempel ibu yang terkena hipertensi sejumlah 52 responden. Instrumenpenelitian ini menggunakan rekam medik dan lembar ceklis, sphygmomanometer.Penelitian ini menggunakan analisis data uji chi-square. Berdasarkan hasil uji chi-squarekejadian hipertensi dengan KB suntik 3 bulan didapatkan p-value 0,001 (p<0,05)sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara KB suntik 3 bulan dengan KejadianHipertensi di PMB Bidan S kabupaten sukabumi
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN PAPARAN ASAP ROKOK DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS PURABAYA KABUPATEN SUKABUMI An’nisaa Heriyanti; Afifah Dwi Alya Putri; Indah Soelistiawaty
Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada balita di Indonesia. Beberapa faktor risiko seperti rendahnya pengetahuan ibu dan paparan asap rokok di lingkungan tempat tinggal berkontribusi besar terhadap meningkatnya kejadian ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dan paparan asap rokok dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Purabaya Kabupaten Sukabumi tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik dan desain cross sectional. Sampel terdiri dari 137 ibu yang memiliki balita, dipilih menggunakan teknik Accidental Sampling berdasarkan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-square dan uji Odds Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang 73 responden (53,28%) dan sebanyak 85 balita (62,04%) terpapar asap rokok. Kejadian ISPA lebih banyak terjadi pada balita dengan ibu yang berpengetahuan kurang (51,82%) dan yang terpapar asap rokok (48,18%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian ISPA (p = 0,000; r = 1,000) serta antara paparan asap rokok dengan kejadian ISPA (p = 0,000; r = 0,468). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan paparan asap rokok dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Purabaya Kabupaten Sukabumi Tahun 2025.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAK LENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI DESA PANDANSARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIAWI An’nisaa Heriyanti; Ranti Okatavia
Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Angka kematian pada anak cukup tinggi di Indonesia salah satunya disebabkan oleh jumlah anak yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap. Indonesia mengalami penurunan cakupan imunisasi dasar dari tahun 2020-2021 sekitar 9% dimana sekitar 1,7 juta anak yang tidak mendapat imunisasi sejak 3 tahun terakhir. Pada 2020 dan 2021 capaian imunisasi dasar lengkap menurun dari tahun sebelumnya dan belum mencapai target, di Jawa Barat ada sekitar 332.400 anak belum dapat imunisasi. Imunisasi mencegah penyakit, kecacatan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin seperti kanker serviks, difteri, hepatitis B, campak, gondok, batuk rejan, pneumonia, poliomielitis, penyakit diare oleh rotavirus, rubella dan tetanus. Tujuan penelitian diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaklengkapan Imunisasi dasar pada bayi di Desa Pandansari wilayah kerja Puskesmas Ciawi Kabupaten Bogor. Metode penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian yaitu bayi usia 12-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ciawi Kabupaten Bogor dengan jumlah 175 bayi. Sampel berjumlah 64 bayi didapatkan menggunakan metode simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil penelitian diketahui terdapat hubungan pengetahuan ibu (p-value=0,003), dukungan keluarga (p-value=0,003), media sosial (p-value=0,003), tingkat kecemasan terhadap efek samping imunisasi (p-value=0,004) dan dampak covid-19 dengan hasil (p-value=0,007). Dan tidak terdapat hubungan antara jangkauan tempat pelayanan dengan ketidaklengkapan imunisasi (p-value=0,533). Terdapat hubungan pengetahuan ibu, dukungan keluarga, media sosial, Tingkat kecemasan terhadap efek samping, dan dampak covid. Tidak terdapat hubungan antara jangkauan tempat pelayanan dengan ketidaklengkapan imunisasi. Diharapkan ibu yang memiliki bayi untuk memberikan imunisasi pada bayi agar bayi dapat tercegah dari penyakit menular.