Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GLADI AKAD NIKAH SESAAT SEBELUM AKAD SUNGGUHAN MENURUT HUKUM SYARIAT DAN MASYARAKAT Muhammad Samlawi; Harmon Amir
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 1: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Realita kehidupan masyarakat ditemukan kasus silih berganti menghiasi praktek syari’at pernikahan ini, dimulai dari masa pra nikah sampai pasca pernikahan terjadi. Dan nilai dari ragam polemic itu ada yang positif dan tidak sedikit juga yang negative. Hal ini disebabkan karena urusan pernikahan termasuk masalah yang dimana aturan-aturannya hasil gabungan dari aturan-aturan agama dengan aturan adat istiadat. Ditemukan juga ragam praktek syari’at pernikahan yang terjadi di tengah masyarakat kita yakni gladi akad nikah sesaat sebelum akad nikah sungguhan di langsungkan, yang dipragakan secara langsung oleh wali wanita dan pengantin pria lengkap dengan menyebutkan semua hal yang biasa tersebutkan dalam akad pernikahan sungguhan. Tulisan ini menggunakan metode penelitian campuran kualitatif dan kuantitatif, survey dilakukan dengan metode purposive sampling sebanyak 211 orang dan mendapatkan hasil 48,34% menjawab tidak sah, 46,91% menjawab sah, 4,73% menjawab tidak tahu, adapun hasil tersebut cukup mewakili pengetahuan masyarakat luas yang ternyata masih lebih banyak yang menilai dan menyangka bahwa akad ini belum sah secara syari’at. Kesimpulan peneliti temukan yaitu: (1) Gladi akad nikah diakui keberadaannya oleh pihak KUA, namun bukan istruksi resmi dari KUA; (2) Gladi akad nikah merupakan tradisi yang berlaku sejak lama di masyarkat sesuai pengakuan KUA; (3) Masyarkat yang meyakini bahwa gladi akad nikah belum sah secara syar’i lebih banyak; (4) Hukum akhir dari gladi akad nikah adalah sah secara syari’at; (5)Konsekuensi hukum sah dari gladi ini sama seperti sahnya akad nikah sungguhan