Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Estetika Table Manner dalam Pendidikan Vokasi Pariwisata: Pendekatan Experiential Roleplay Enny Karmin; Cipto Budi Handoyo
Journal of Tourism and Economic Vol. 8 No. 1 (2025): Edisi 15 Jun 2025
Publisher : STIE Pariwisata API Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36594/jtec/ma404452

Abstract

Table manner education is a fundamental component of tourism and hospitality education, particularly in shaping students’ interpersonal skills, professionalism, and competitiveness in the global hospitality industry. Since its establishment, Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta has integrated an experiential learning approach through roleplay (Experiential Roleplay Approach) as part of its formal curriculum for hospitality students in the third semester. Furthermore, prior to formal academic enrollment, students are introduced to formal dining etiquette through industry exposure programs conducted at starred hotels. Although these practices have been consistently implemented, comprehensive academic research analysing the effectiveness of experiential roleplay in enhancing student engagement, conceptual understanding, and soft skills remains limited. This study aims to evaluate the effectiveness of the experiential roleplay approach within the context of vocational tourism education. The research employed a qualitative approach using a case study design, involving students from the Hospitality Study Program at AMPTA Yogyakarta. Data were collected through participatory observations of formal dining practice simulations, semi-structured interviews with students and instructors, and visual documentation. Thematic analysis was applied to identify patterns of engagement, concept retention, and professional attitude development. The findings reveal that the experiential roleplay approach significantly improves student learning engagement, accelerates the understanding of formal dining etiquette, and strengthens students' interpersonal skills. This study recommends reinforcing experiential learning methods within vocational education curricula to produce graduates who are adaptive, communicative, and competitive in the global workforce.
STRATEGI PROMOSI MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DI RESTO KOKI JONI YOGYAKARTA: ANALISIS SWOT DALAM KONTEKS TRANSFORMASI DIGITAL INDUSTRI KULINER Enny Karmin
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1396

Abstract

Perkembangan transformasi digital telah mendorong perubahan strategi promosi dalam industri kuliner, khususnya melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi pemasaran yang interaktif dan berbasis visual. Instagram menjadi salah satu platform yang banyak digunakan oleh pelaku usaha restoran untuk membangun brand awareness dan meningkatkan engagement pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi melalui media sosial Instagram di Resto Koki Joni Yogyakarta serta merumuskan formulasi strategi penguatan promosi berdasarkan analisis SWOT dalam konteks transformasi digital industri kuliner. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penyusunan matriks SWOT (IFAS dan EFAS) untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi strategi promosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan fitur Instagram seperti Feed, Story, Reels, Highlight, dan Direct Message telah mendukung aktivitas komunikasi pemasaran digital, terutama dalam membangun interaksi dengan pelanggan dan mendorong pemesanan berbasis daring. Namun demikian, masih terdapat kelemahan pada konsistensi unggahan dan optimalisasi konten kreatif. Peluang utama berasal dari tingginya penetrasi pengguna media sosial, sedangkan ancaman berasal dari persaingan restoran sejenis dan dinamika preferensi konsumen. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi konten visual, konsistensi digital branding, serta pengembangan standar operasional pemasaran digital sebagai strategi penguatan promosi yang berkelanjutan.
STRATEGI PROMOSI MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DI RESTO KOKI JONI YOGYAKARTA: ANALISIS SWOT DALAM KONTEKS TRANSFORMASI DIGITAL INDUSTRI KULINER Enny Karmin
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1396

Abstract

Perkembangan transformasi digital telah mendorong perubahan strategi promosi dalam industri kuliner, khususnya melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi pemasaran yang interaktif dan berbasis visual. Instagram menjadi salah satu platform yang banyak digunakan oleh pelaku usaha restoran untuk membangun brand awareness dan meningkatkan engagement pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi melalui media sosial Instagram di Resto Koki Joni Yogyakarta serta merumuskan formulasi strategi penguatan promosi berdasarkan analisis SWOT dalam konteks transformasi digital industri kuliner. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penyusunan matriks SWOT (IFAS dan EFAS) untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi strategi promosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan fitur Instagram seperti Feed, Story, Reels, Highlight, dan Direct Message telah mendukung aktivitas komunikasi pemasaran digital, terutama dalam membangun interaksi dengan pelanggan dan mendorong pemesanan berbasis daring. Namun demikian, masih terdapat kelemahan pada konsistensi unggahan dan optimalisasi konten kreatif. Peluang utama berasal dari tingginya penetrasi pengguna media sosial, sedangkan ancaman berasal dari persaingan restoran sejenis dan dinamika preferensi konsumen. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi konten visual, konsistensi digital branding, serta pengembangan standar operasional pemasaran digital sebagai strategi penguatan promosi yang berkelanjutan.