Sudisma , I Gusti Ngurah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perawatan bedah kelenjar membran nictitating yang prolaps dengan teknik Morgan’s pocket pada seekor anjing kintamani Devira , Dinda; Gorda , I Wayan; Sudisma , I Gusti Ngurah
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 1 (2025): ARSHI Veterinary Letters - February 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.1.9-10

Abstract

Kelenjar membran nictitating yang prolaps, atau "mata ceri", adalah kondisi mata yang umum pada anjing, ditandai dengan penonjolan kelenjar kelopak mata ketiga karena melemahnya jaringan ikat, sering kali menyebabkan peradangan dan infeksi. Seekor anjing Kintamani jantan berumur 1 tahun, berat 11 kg, mengalami benjolan kemerahan yang menonjol di sudut mata kanannya selama tiga bulan. Pemeriksaan klinis, riwayat penyakit, dan temuan fisik memastikan prolaps membran nictitating (mata ceri), dengan prognosis yang baik. Mata ceri terjadi ketika kelenjar kelopak mata ketiga turun dari posisi normalnya, membentuk massa merah yang membengkak di canthus medial. Koreksi bedah dilakukan dengan menggunakan teknik saku Morgan. Anjing itu diberi premedikasi dengan atropin sulfat, dan anestesi diinduksi menggunakan xylazine dan ketamine. Kelenjar yang prolaps ditempatkan kembali di antara dua garis sayatan dengan tekanan lembut ke bawah dan kemudian dijahit menggunakan 4-0 PGA (Assucryl®) dalam pola kontinu yang sederhana. Perawatan pasca operasi termasuk obat tetes mata antibiotik dan antiinflamasi (Cendo Xitrol®: Neomycin Sulfate, Polymyxin B Sulfate, Dexamethasone) dan meloxicam oral untuk analgesia. Pada hari ke 13 pasca operasi, mata telah pulih sepenuhnya, tanpa ada tanda-tanda kekambuhan atau komplikasi.
Pengobatan tumor kelamin menular pada anjing jantan melalui pembedahan dan kemoterapi Saputra , Made Gede Adi Surya; Wirata , I Wayan; Sudisma , I Gusti Ngurah
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 2 (2025): ARSHI Veterinary Letters - May 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.2.35-36

Abstract

Tumor kelamin menular pada anjing (CTVT) adalah tumor ganas yang menyerang organ genital. Penyakit ini sangat menular pada anjing dan menjadi masalah global yang signifikan. Laporan kasus ini menyajikan pengobatan yang efektif dan efisien untuk CTVT pada anjing jantan, yang menawarkan wawasan berharga tentang perawatan veteriner dalam onkologi dan pembedahan hewan kecil. Seekor anjing jantan berusia 2 tahun yang dikebiri dengan berat 18,65 kg diperiksa oleh pemiliknya, yang melaporkan adanya benjolan pada penisnya. Benjolan tersebut awalnya kecil tetapi membesar selama 2 minggu. Selain itu, pemiliknya memperhatikan adanya darah pada penis. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinis, dan pemeriksaan laboratorium, anjing tersebut didiagnosis dengan CTVT dengan prognosis yang baik. Pengobatannya meliputi pembedahan pengangkatan tumor, diikuti dengan kemoterapi dengan vinkristin sulfat. Luka pascaoperasi sembuh total dalam waktu 7 hari, dan kemoterapi diberikan 3 kali dengan interval 7 hari di antara setiap pengobatan. Anjing tersebut sembuh total 1 bulan setelah kemoterapi tanpa kekambuhan.