Desa Sindangbarang merupakan salah satu kawasan yang memiliki kekayaan budaya dan potensi ekowisata di wilayah Kabupaten Kuningan. Keberadaan nilai-nilai kearifan lokal, situs budaya, serta lanskap alami menjadikan desa ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya berbasis jasa ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengoptimalisasi peran jasa ekosistem dalam mendukung pengembangan wisata budaya di Desa Sindangbarang. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan tokoh masyarakat dan pengelola wisata, serta studi literatur terkait konsep jasa ekosistem dan pariwisata berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jasa ekosistem, seperti jasa pendukung (keanekaragaman hayati dan budaya), jasa pengaturan (iklim mikro dan tata air), serta jasa budaya (rekreasi dan spiritualitas), memberikan kontribusi signifikan terhadap daya tarik dan keberlanjutan wisata budaya. Nilai kontribusi kearifan lokal sesuai jasa ekosistem yang dikelompokkan berdasarkan unsur abiotik (seperti hutan, bukit, gunung, dan lanskap alam lainnya), unsur biotik (seperti keanekaragaman satwa), serta kultural yaitu unsur budaya yang tercermin dalam berbagai tradisi dan praktik masyarakat setempat. Tetapi pemanfaatan jasa ekosistem masih belum optimal akibat keterbatasan kapasitas kelembagaan di tingkat lokal dan kurangnya koordinasi pada perencanaan antar sektor. Oleh karena itu, strategi optimalisasi dilakukan melalui pendekatan partisipatif berbasis masyarakat, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta penguatan kebijakan tata ruang berbasis potensi ekosistem. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model wisata budaya yang terintegrasi dengan konservasi ekosistem sebagai upaya menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat desa.