This Author published in this journals
All Journal IPSSJ
Sulasi Tahira Elvanora, Danur Azissah, Hengki Tranado
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH ( IMT ) DAN KONSUMSI MAKANAN JUNK FOOD DENGAN USIA MENARCHE PADA SISWI SMP NEGERI 12 KOTA BENGKULU TAHUN 2024 Sulasi Tahira Elvanora, Danur Azissah, Hengki Tranado
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 03 Juli (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia terdapat 26,67% (63,4 juta jiwa) remaja dan sebanyak 49,30% berjenis kelamin perempuan (BKKBN, 2019). Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 sekitar 5,2% anak-anak di 17 provinsi Indonesia telah mengalami menarche sebelum usia 12 tahun. Indonesia sendiri menempati urutan ke 15 dari 67 negara dengan penurunan usia menarche mencapai 0,145 per dekade. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh (imt) dan konsumsi makanan junk food dengan usia menarche pada siswi SMP Negeri 12 Kota Bengkulu Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah Deskriptif korelatif. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan tehnik stratified sampling dengan jumlah sampel dalam penelitian ini 53 siswi di SMP Negeri 12 Kota Bengkulu. Hasil analisis uji univariat Sebagian besar dari responden (52,8%) dengan indeks masa tubuh tidak normal, sebagian besar dari responden (54,7%) sering mengkonsumsi makanan junk food dan sebagian besar responden (52,8%) dengan usia menarche normal. Analisis bivariat didapatkan hasil ada hubungan indeks massa tubuh (imt) (0,000) dan konsumsi makanan junk food (0,008) dengan usia menarche pada siswi SMP 12 Negeri Kota Bengkulu. Peneliti menyarankan bagi sekolah memaksimalkan Unit Kesehatan Sekolah yang dapat memfasilitasi siswi untuk mengungkapkan masalahnya dengan bantuan guru dan tenaga kesehatan.