This Author published in this journals
All Journal IPSSJ
Maria Indriani Sesfao, Tenris Tabun, Beldina Ludji, Sefriana Kebkole, Mace Pinis, Dwi Yeslin Nubatonis, Tomey Taneo
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TEORI KECERDASAN MAJEMUK DAN RELEVANSINYA DALAM PENDIDIKAN Maria Indriani Sesfao, Tenris Tabun, Beldina Ludji, Sefriana Kebkole, Mace Pinis, Dwi Yeslin Nubaton
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 03 Juli (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan majemuk pertama kali diperkenalkan pada tahun 1983 oleh Howard Gardner di Harvard School of Education dan Harvard Project Zero. Teori ini menentang pandangan tradisional seperti Stanford-Binet Test yang dianggap tidak memadai dalam menilai kecerdasan. Gardner menyatakan bahwa kecerdasan tidak hanya terbatas pada IQ (Intelligence Quotient), karena IQ tinggi tanpa produktivitas bukanlah indikator kecerdasan yang sejati. Anak seharusnya dinilai berdasarkan apa yang mereka mampu lakukan, bukan kekurangannya. Kecerdasan didefinisikan sebagai potensi biopsikologis untuk mengolah informasi guna memecahkan masalah dan menciptakan sesuatu yang bernilai dalam konteks budaya masyarakat. Pandangan ini sangat berbeda dari pendekatan tradisional yang hanya mengandalkan penilaian verbal dan komputasional. Dalam penelitian ini digunakan metode studi pustaka (library research), dengan mengkaji berbagai literatur terkait teori kecerdasan majemuk, baik dari sumber primer karya Gardner maupun dari kajian ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat sepuluh jenis kecerdasan yang diidentifikasi, yaitu: (1) kecerdasan linguistik, (2) kecerdasan logika-matematika, (3) kecerdasan kinestetik, (4) kecerdasan musikal, (5) kecerdasan visual-spasial, (6) kecerdasan interpersonal, (7) kecerdasan intrapersonal, (8) kecerdasan naturalis, (9) kecerdasan spiritual, dan (10) kecerdasan eksistensial. Pemahaman terhadap berbagai bentuk kecerdasan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam merancang pembelajaran yang lebih inklusif dan menghargai keberagaman potensi siswa.