Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakter Pengidap Autisme dalam Drama Korea “Extraordinary Attorney Woo” Karya Yoo In Sik: Analisis Semiotika Valestina, Nabila Adrelya; Putri, Amanda Nashita; Sinaga , Putri Aulia
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i6.59946

Abstract

Film Drama Korea digunakan sebagai bentuk pengaruhnya globalisasi yang mendunia. Disiapkan dengan aturan yang menarik dan juga memikat, drama korea memuat pesan pesan yang dapat disampaikan oleh drama tersebut terhadap audiensnya. Salah satunya adalah tanda tanda karakter pengidap autisme dan stigma yang terjadi terhadap karakter pengidap autisme. Penelitian ini menganalisis karakter pengidap autisme dan stigma yang terkait dalam drama Korea "Extraordinary Attorney Woo" karya Yoo In Sik menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Latar belakang penelitian didasarkan pada pengaruh globalisasi drama Korea yang menyampaikan pesan moral, termasuk representasi autisme yang seringkali dipandang negatif di masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi stigma terhadap pengidap autisme melalui makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam drama tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis semiotika, melibatkan pengamatan adegan-adegan kunci dan dialog yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa drama ini berhasil mematahkan stigma negatif tentang autisme dengan menampilkan karakter utama, Woo Young Woo, sebagai individu yang cerdas dan mampu berkontribusi secara profesional di bidang hukum. Implikasi penelitian ini adalah memberikan pemahaman baru tentang autisme serta mendorong kesadaran masyarakat untuk mengurangi diskriminasi terhadap penyandang autisme.
Personal Branding Kang Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat pada Kunjungan Desa Cirendeu Amanda Nashita Putri; Valestina, Nabila Adrelya
MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/mukasi.v5i2.7430

Abstract

Personal branding is not only relevant to businesses and individuals on social media but also constitutes a crucial strategy in the political sphere. Political figures who actively cultivate their personal branding through social media can positively impact society, particularly by enhancing access to political information. The personal branding approach of Kang Dedi Mulyadi (KDM) serves as a notable example. This study investigates the messages and meanings embedded in the YouTube channel "Kang Dedi Mulyadi Official" and analyzes how personal branding is developed through this digital platform. Employing a qualitative method based on Roland Barthes' semiotic analysis, the research identifies the denotative, connotative, and mythical meanings present in each post. The findings reveal that KDM's personal branding is shaped through genuine, direct interactions with the community. The scenes depicted are not merely records of activities but also visual symbols that represent a humanistic, people-centered leader. The use of cultural attributes—such as traditional headbands along with a strong Sundanese dialect, serves as signifiers that reinforce his local identity. Furthermore, the YouTube content successfully constructs a narrative that a leader must uphold cultural values while also being a responsive problem-solver for the community at the grassroots level. Through visual consistency and the moral messages conveyed, KDM effectively transforms the digital platform into a dialogic space that narrows the gap between political elites and constituents, ultimately creating the image of a leader who is not only politically authoritative but also emotionally accessible.