Penelitian ini mengkaji dampak Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), Non-Performing Financing (NPF), dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) serta Return on Assets (ROA) di Bank Muamalat selama periode 2014-2022. Pentingnya penelitian ini terletak pada pemahaman tentang elemen-elemen yang mempengaruhi profitabilitas bank syariah di tengah persaingan di sektor keuangan. Kesenjangan penelitian terjadi karena mayoritas studi sebelumnya lebih menekankan pada ROE dan efisiensi operasional tanpa mempertimbangkan keterkaitan langsung antara variabel-variabel ini dan ROA dalam konteks perbankan syariah, terutama setelah pandemi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi berganda, yang melibatkan data laporan keuangan tahunan Bank Muamalat dari tahun 2014 hingga 2022. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa CAR dan FDR memiliki pengaruh positif walaupun tidak signifikan terhadap ROA, NPF juga tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, sementara BOPO terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA, yang menunjukkan bahwa efisiensi operasional memainkan peran penting dalam menentukan profitabilitas aset bank. Temuan ini memberikan dampak pada manajemen Bank Muamalat untuk merumuskan strategi operasional dan pembiayaan guna meningkatkan pengelolaan aset serta profitabilitas.