p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Penataan Ruang
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konsensus Ahli dalam Menentukan Kriteria Taman Ramah Anak: Pendekatan Delphi Sodik, Shabira Nur Faizza; Belinda Ulfa Aulia
Jurnal Penataan Ruang Vol. 20 (2025): Special Edition I: Jurnal Penataan Ruang 2025
Publisher : Jurnal Penataan Ruang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v20iI.5135

Abstract

Perencanaan yang inklusif dan berkelanjutan harus dapat menjamin tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Pemenuhan kebutuhan anak terhadap ruang sebagai salah satu upaya mendukung konsep Child-Friendly Cities Initiative (CFCI) dan program Kabupaten Layak Anak. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kriteria taman kota ramah anak berdasarkan validasi pendapat para ahli menggunakan metode Delphi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Proses Delphi berlangsung dalam satu putaran dan berhasil mencapai konsensus, ditunjukkan melalui kesepakatan semua responden. Hasil wawancara menunjukkan bahwa seluruh responden sepakat terharap kriteria taman ramah anak yang diujikan. Tidak terdapat perubahan terhadap variabel yang diujikan sebagai kriteria taman ramah anak, sehingga kriteria yang diperoleh dianggap relevan dan dapat digunakan  sebagai dasar dalam menilai kesesuaian pemanfaatan taman kota terhadap prinsip taman ramah anak.
BUA Ekspansi Perkotaan di Surabaya Metropolitan Area: Alami atau Terrencana? Belinda Ulfa Aulia
Jurnal Penataan Ruang Vol. 20 No. 2 (2025): Jurnal Penataan Ruang 2025
Publisher : Jurnal Penataan Ruang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v20i2.4194

Abstract

Abstract: The growth of metropolitan areas in Indonesia has driven the expansion of urban spaces into peripheral regions, giving rise to increasingly intense suburbanization in major cities such as Jakarta, Surabaya, and Bandung. Suburbanization not only reflects spatial shifts due to population growth but also results from spatial planning policies that actively promote land conversion in urban fringes. This article highlights the role of land-use plans as policy instruments that influence the direction and pattern of suburban development, with a case study focusing on the Surabaya metropolitan area, particularly Sidoarjo and Gresik Regencies. Spatial analysis reveals that built-up area expansion over the past two decades has largely occurred in zones designated for residential use in each regency's spatial plan (RTRW), indicating a strong alignment between planning and development outcomes. However, this alignment also reveals that spatial plans function more as facilitators of expansion rather than as mechanisms for development control. As a result, suburban growth in these areas tends to be fragmented and is not always accompanied by adequate infrastructure provision or spatial integration. These findings support the argument that suburbanization in Indonesia is a politically and economically produced process, rather than a mere outcome of market dynamics. The article recommends a more strategic, integrated, and critical planning approach toward zoning objectives so that spatial planning can serve as a tool for equitable and sustainable metropolitan development. Suburbanisation; Urban growth; Metropolitan.
Keterkaitan Kota-Desa antara Kota Mojokerto dengan Wilayah Peri Urban di Kabupaten Mojokerto berdasarkan Pergerakan Orang Belinda Ulfa Aulia; Revina Denys Safitri
Jurnal Penataan Ruang Vol. 20 No. 2 (2025): Jurnal Penataan Ruang 2025
Publisher : Jurnal Penataan Ruang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v20i2.8837

Abstract

Penelitian ini mengkaji keterkaitan kota-desa antara Kota Mojokerto dan wilayah peri urban di Kabupaten Mojokerto. Tujuan analisis ini yaitu untuk mengetahui bagaimana keterkaitan kota-desa berdasarkan pergerakan dari orang. Analisis yang dilakukan ini meliputi analisis skoring dan analisis origin-destination. Analisis tipologi wilayah menggunakan skoring menunjukkan dominasi rural peri-urban, dengan area peri-urban primer dan sekunder terkonsentrasi di perbatasan dengan Kabupaten lain yang mana bisa disebabkan karena adanya pusat aktivitas di daerah perbatasan tersebut . Pada analisis origin-destination didapatkan bahwa keterkaitan kota-desa berdasarkan tujuan perjalanan orang ke wilayah peri urban yakni dengan tujuan wisata dan bekerja. Sementara, pada tujuan perjalanan orang ke wilayah urban yakni ditunjukkan dengan tujuan perjalanan belanja. Penelitian ini menemukan bahwa adanya perbedaan tujuan perjalanan orang ke wilayah urban dan wilayah peri urban. Hal ini mengindikasikan bahwa tujuan perjalanan orang ke wilayah peri urban dan urban dilandasi oleh alasan perjalanan yang berbeda. Dari adanya keterkaitan kota-desa yang terjadi antara wilayah urban dan wilayah peri urban di Mojokerto diharapkan pemerintah daerah dapat merumuskan kebijakan yang responsif terhadap dinamika wilayah peri-urban sehingga tidak terjadi ketimpangan antara wilayah urban dan wilayah peri urban.