Apriyani, Amelia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Revitalizing Character Education Through Local Culture using Project-Based History Learning in Lampung Khotimah, Pariska Husnul; Nisa, Windi Khoirun; Apriyani, Amelia; Rani, Mia Asma; Arrahman, Rian Dwi
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 7, No 4 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v7i4.32990

Abstract

Abstract: This study explores the integration of Project Based Learning with indigenous Lampung cultural values, namely piil pesenggiri (honor), nemui nyimah (hospitality), and sakai sambayan (cooperation), as a strategic approach to strengthen character education in Indonesian senior high schools. Employing a qualitative literature review and thematic analysis of scholarly publications, policy frameworks, and ethnographic research from 2010 to 2024, the study synthesizes culturally responsive pedagogical practices that foster integrity, empathy, responsibility, and civic mindedness. The findings suggest that embedding local cultural wisdom within project-based learning enhances student engagement, facilitates the internalization of moral values, and promotes the development of twenty first century competencies alongside a strong sense of community belonging. A conceptual framework is proposed that maps Lampung cultural values onto the core phases of project-based learning to provide educators with practical and contextually relevant guidance. The study emphasizes the importance of teacher preparation, collaboration with local communities, and culturally grounded curriculum design. This model contributes to national character education objectives while supporting the preservation and relevance of local cultural traditions within formal educational systems.Abstrak: Penelitian ini mengkaji integrasi Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) dengan nilai-nilai budaya lokal Lampung, yaitu piil pesenggiri (kehormatan), nemui nyimah (keramahtamahan), dan sakai sambayan (gotong royong), sebagai pendekatan strategis untuk memperkuat pendidikan karakter di sekolah menengah atas di Indonesia. Dengan menggunakan kajian literatur kualitatif dan analisis tematik terhadap publikasi ilmiah, kerangka kebijakan, dan penelitian etnografis dari tahun 2010 hingga 2024, studi ini mensintesis praktik pedagogis yang responsif secara budaya yang mendorong integritas, empati, tanggung jawab, dan kesadaran berwarga negara. Temuan menunjukkan bahwa mengintegrasikan kearifan budaya lokal dalam pembelajaran berbasis proyek meningkatkan keterlibatan siswa, memfasilitasi internalisasi nilai-nilai moral, dan mendorong pengembangan kompetensi abad ke-21 bersamaan dengan penguatan rasa kebersamaan dalam komunitas. Sebuah kerangka konseptual diusulkan untuk memetakan nilai-nilai budaya Lampung ke dalam tahapan inti pembelajaran berbasis proyek guna memberikan panduan praktis dan kontekstual bagi para pendidik. Studi ini menekankan pentingnya persiapan guru, kolaborasi dengan komunitas lokal, dan perancangan kurikulum yang berakar pada budaya. Model ini berkontribusi pada tujuan pendidikan karakter nasional sekaligus mendukung pelestarian dan relevansi tradisi budaya lokal dalam sistem pendidikan formal. 
Pengaruh pemberian jus semangka terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi Pujiana, Dewi; Apriyani, Amelia; Abdillah, Muhammad Surya; Sari, Della Julia; Yatun, Dzuri; Puspitasari, Selly; Herlina, Rita; Mulia, Meta; Herliyani, Nanda; Fatima, Ade Siti
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 3 (2026): March Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i3.2648

Abstract

Background: Hypertension is a non-communicable disease that is a serious health problem due to its increasing prevalence and significant contribution to global morbidity and mortality. According to the World Health Organization (WHO), approximately 1.28–1.4 billion adults aged 30–79 years worldwide live with hypertension, with the majority living in low- and middle-income countries. Purpose: To analyze the effect of watermelon juice on lowering blood pressure in hypertensive patients. Method: This pre-experimental study used a one-group pretest–posttest design. The study was conducted among 50 individuals identified as having high blood pressure. Participants were selected using purposive sampling according to inclusion and exclusion criteria. Results: Based on measurements of 50 participants, watermelon juice administration demonstrated a positive effect on lowering blood pressure. The average systolic blood pressure before the intervention was 154.9 mmHg and decreased to 141.9 mmHg after the intervention, resulting in a decrease of 13.0 mmHg. Meanwhile, the average diastolic blood pressure decreased from 96.8 mmHg to 90.2 mmHg, a decrease of 6.6 mmHg. Conclusion: Watermelon juice has been shown to be safe, readily accessible, and can be used as an effective non-pharmacological intervention to support hypertension control.   Keywords: Blood Pressure; Hypertension; Watermelon Juice.   Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan yang serius karena prevalensinya terus meningkat dan berkontribusi besar terhadap angka kesakitan serta kematian secara global. Menurut World Health Organization (WHO) sekitar 1.28–1.4 miliar orang dewasa usia 30–79 tahun di dunia hidup dengan hipertensi, dan sebagian besar berada di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh pemberian jus semangka terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Studi dengan pre-experimental menggunakan desain one group pretest–posttest. Kegiatan dilaksanakan pada masyarakat yang teridentifikasi memiliki tekanan darah tinggi sebanyak 50 orang. Peserta dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Pengukuran pada 50 partisipan, pemberian jus semangka menunjukkan efek positif terhadap penurunan tekanan darah. Rata-rata tekanan darah sistolik sebelum intervensi adalah 154.9 mmHg dan menurun menjadi 141.9 mmHg setelah intervensi, sehingga terjadi penurunan sebesar 13.0 mmHg. Sementara itu, rata-rata tekanan darah diastolik turun dari 96.8 mmHg menjadi 90.2 mmHg dengan penurunan sebesar 6.6 mmH. Simpulan: Jus semangka terbukti aman, mudah diakses, dan dapat digunakan sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif untuk mendukung pengendalian hipertensi.   Kata Kunci: Hipertensi; Jus Semangka; Tekanan Darah.