Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisa Pengaruh Campuran Bioetanol Kulit Pisang dengan Pertalite terhadap Performa Motor Empat Langkah Reynaldi Akbar Ali; Ahmad Maulana Rofiqi; Novangga Adi Mulyono; Warit Abi Nurazaq
Virtual of Mechanical Engineering Article Vol 11 No 1 (2026): V-MAC
Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/v-mac.v11i1.7792

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh variasi campuran bioetanol hasil destilasi kulit pisang terhadap performa mesin motor bakar 4 langkah 108 cc. Penelitian didasari oleh pemanfaatan limbah organik menjadi bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan. Kulit pisang dipilih karena mengandung karbohidrat tinggi yang dapat difermentasi menjadi etanol. Bioetanol diproduksi melalui proses hidrolisis, fermentasi, dan dilanjutkan destilasi untuk memisahkan etanol dari air hingga menghasilkan kadar alkohol sebesar 15,82%. Bioetanol kemudian dicampurkan dengan Pertalite dalam empat variasi dengan tiap sampel 100ml perbandingan campurannya antara lain Bpi 0 (pertalite 100%), Bpi 5 (Bioetanol 5%), Bpi 10 (Bioetanol 10%), dan Bpi 15 (bioethanol 15%). Pengujian performa dilakukan menggunakan dynotest untuk mengukur torsi dan daya pada rentang putaran mesin 3500–7500 rpm. Pengujian nilai torsi dan daya yang dilakukan sebanyak 3 kali menunjukkan bahwa nilai optimum torsi puncak diperoleh campuran Bpi 5 menghasilkan torsi sebesar 9,01 Nm pada 6000 rpm. Sedangkan nilai daya terbaik diperoleh Bpi 0 sebesar 7,67 Hp pada 6000 rpm. Dari keseluruhan hasil penelitian, campuran bioetanol 5% dinyatakan sebagai komposisi paling optimal karena mampu meningkatkan performa mesin tanpa modifikasi. Kadar di atas 10–15% tidak direkomendasikan untuk mesin standar berkompresi 9,5:1 karena dapat menyebabkan pembakaran tidak sempurna dan performa menurun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai bioetanol berpotensi menjadi alternatif bahan bakar berkelanjutan.
Dari Konsep ke Realisasi: Pemberdayaan Siswa SMK melalui Workshop Pembuatan Filter Air sebagai Teknologi Tepat Guna Warit Abi Nurazaq; Audha Fitrah Aulina; Reynaldi Akbar Ali; Haning Hasbiyati; Novangga Adi Mulyono
Al-Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): MEI-AGUSTUS
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM) of the Islamic University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jak.v6i2.5614

Abstract

Access to safe and clean water remains a critical challenge in many educational institutions and local communities, particularly those relying on groundwater sources without adequate treatment. This community service program aimed to enhance students’ knowledge, technical skills, and environmental awareness through a workshop on constructing simple water filtration systems using locally available materials. The activity was conducted at SMK Darul Hikmah Kranjingan using a project-based learning approach that combined 20% theoretical instruction and 80% hands-on practice. Evaluation was carried out through pre- and post-activity surveys covering cognitive, psychomotor, and affective domains. The results indicate a substantial improvement in student competencies, where more than 60% of students reached moderate to very good levels of understanding in the cognitive domain, 70–80% demonstrated basic technical skills in assembling water filters, and over 90% showed positive attitudes toward clean water and sanitation. The constructed filter prototypes functioned effectively in improving water clarity based on visual observation. Overall, this program demonstrates that practice-based learning in community service activities is effective in strengthening vocational skills, improving water literacy, and fostering responsible water use behavior. The program contributes directly to the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 4 (Quality Education), SDG 6 (Clean Water and Sanitation), and SDG 12 (Responsible Consumption and Production).