Tambunan, Sandarut Paulus
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEMBANGUN DUNIA YANG TERBUKA UNTUK MENGALAMI HIDUP BERSAUDARA: Suatu Uraian Deskriptif-Kritis Moral Berdasarkan Ensiklik Fratelli Tutti Tambunan, Sandarut Paulus
LOGOS Vol. 21 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v21i2.3955

Abstract

Dunia zaman sekarang sedang mengalami krisis moralitas. Dampak buruk dari krisis moralitas menimbulkan masalah sosial, seperti kesenjangan dan ketidakadilan sosial. Secara konkret, maalah sosial ini tampak dalam adanya sikap-sikap manusia untuk memanipulasi nilai luhur kehidupan, eksploitasi sosial serta lumpuhnya relasi sosial. Hal ini mengakibatkan ketimpangan sosial yang tampak dengan adanya batasan-batasan sosial, seperti perbedaan antara kaya dengan miskin, penguasa dengan budak serta kelompok sendiri dengan musuh. Oleh karena itu, semakin lama manusia jatuh pada sikap xenophobia dan individualism. Menanggapi realitas tersebut, Paus Fransiskus sebagai pemimpin tertinggi Gereja menegaskan pentingnya membangun dunia yang terbuka untuk mengalami hidup besaurdara. Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki martabat, hak dan kewajiban yang sama untuk mengembangkan hidup bersama. melalui ajaran Gereja, Paus Fransiskus mengajak semua orang untuk membangun dunia yang terbuka dalam persaudaraan universal.
MEMBANGUN DUNIA YANG TERBUKA UNTUK MENGALAMI HIDUP BERSAUDARA: Suatu Uraian Deskriptif-Kritis Moral Berdasarkan Ensiklik Fratelli Tutti Tambunan, Sandarut Paulus
LOGOS Vol. 21 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v21i2.3955

Abstract

Dunia zaman sekarang sedang mengalami krisis moralitas. Dampak buruk dari krisis moralitas menimbulkan masalah sosial, seperti kesenjangan dan ketidakadilan sosial. Secara konkret, maalah sosial ini tampak dalam adanya sikap-sikap manusia untuk memanipulasi nilai luhur kehidupan, eksploitasi sosial serta lumpuhnya relasi sosial. Hal ini mengakibatkan ketimpangan sosial yang tampak dengan adanya batasan-batasan sosial, seperti perbedaan antara kaya dengan miskin, penguasa dengan budak serta kelompok sendiri dengan musuh. Oleh karena itu, semakin lama manusia jatuh pada sikap xenophobia dan individualism. Menanggapi realitas tersebut, Paus Fransiskus sebagai pemimpin tertinggi Gereja menegaskan pentingnya membangun dunia yang terbuka untuk mengalami hidup besaurdara. Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki martabat, hak dan kewajiban yang sama untuk mengembangkan hidup bersama. melalui ajaran Gereja, Paus Fransiskus mengajak semua orang untuk membangun dunia yang terbuka dalam persaudaraan universal.