Kampung Anyar merupakan salah satu dari 8 permukiman yang ditetapkan sebagai permukiman kumuh di kabupaten Buleleng menurut surat keputusan bupati Nomor 050/74/HK/2016. Tergolongnya sebagai permukiman kumuh dikarenakan karakteristik dan permasalahan-permasalahan permukiman kumuh ada pada Kampung Anyar ini, baik secara fisik maupun non fisik. Lokasi yang berdekatan dengan pantai/laut menyebabkan posisi air tanah menjadi lebih tinggi, sekitar 2 meter dari permukaan tanah sehingga warga kesulitan dalam membuat saluran pembuangan tinja dan tidak memungkinkan untuk penggalian septik tank. Maka warga di kampung anyar menggunakan toilet umum yang posisinya berada di atas sungai dan tinja/kotoran manusia akan langsung dibuang ke sungai, sehingga menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan sungai. Maka dari itu, tujuan dari penulisan jurnal ini adalah untuk memberikan solusi dari permasalahan sanitasi (septic tank) tersebut dan sistem pembuangan yang lebih ramah lingkungan. Metoda penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan cara pengumpulan data melalui survei lapangan, wawancara dan studi literatur, serta metoda analisis menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan septic tank biofilter, dimana posisinya tidak perlu terlalu dalam sehingga masih aman dari air tanah dan untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan, karena menggunakan metode pengolahan aerob / anaerob dengan sistem filtrasi, yang memungkinkan tinja diolah dan diurai di dalam tabung septic tank biofil tanpa memerlukan rembesan seperti septic tank konvensional biasa, sehingga air tanah maupun air sungai tidak tercemar.