Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PERAN FIGUR MANUSIA PADA VISUALITAS DENAH, TAMPAK DAN POTONGAN ARSITEKTURAL Wiranata, Alfonsus Grandy
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i2.3564

Abstract

Denah, tampak dan potongan merupakan tiga jenis gambar teknik yang digunakan untuk merepresentasikan rancangan arsitektur. Ketiga gambar tersebut memiliki kompleksitas yang cukup rumit dalam penyajiannya. Hal ini dikarenakan rancangan arsitektur yang pada dasarnya berwujud 3 dimensi harus diproyeksikan kedalam bentuk 2 dimensi. gambar denah, tampak dan potongan arsitektur disajikan mengikuti standar tertentu agar visualitas yang dihasilkan dapat membuat pembaca memahami dan merasakan seluk beluk rancangan. figur manusia merupakan salah satu elemen grafis yang tidak diatur dalam standar penyajian gambar rancangan arsitektur. Sehingga pada akhirnya visualitas gambar denah, tampak dan potongan arsitektur tidak disertai figur manusia. Selain itu juga adanya anggapan bahwa figur manusia hanya merupakan elemen grafis pelengkap yang hanya bersifat dekoratif. Penelitian ini menyelidiki fungsi keberadaan figur manusia pada gambar serta dampaknya pada visualitas gambar dan pembaca dengan tujuan memberikan kita pemahaman tentang bagaimana peran figur manusia pada visualitas gambar denah, tampak dan potongan arsitektur. Penelitian ini melalui tahapan studi literatur tentang gambar rancangan arsitektur, tahap pengumpulan data menggunakan sampel gambar denah, tampak dan potongan arsitektur dan tahap pengolahan data menggunakan cara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa figur manusia memiliki berbagai fungsi yang berdampak pada visualitas gambar dan pembaca gambar sehingga ditemukan beberapa peran.
ANALISIS PERAN FIGUR MANUSIA PADA VISUALITAS DENAH, TAMPAK DAN POTONGAN ARSITEKTURAL Wiranata, Alfonsus Grandy
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i2.3564

Abstract

Denah, tampak dan potongan merupakan tiga jenis gambar teknik yang digunakan untuk merepresentasikan rancangan arsitektur. Ketiga gambar tersebut memiliki kompleksitas yang cukup rumit dalam penyajiannya. Hal ini dikarenakan rancangan arsitektur yang pada dasarnya berwujud 3 dimensi harus diproyeksikan kedalam bentuk 2 dimensi. gambar denah, tampak dan potongan arsitektur disajikan mengikuti standar tertentu agar visualitas yang dihasilkan dapat membuat pembaca memahami dan merasakan seluk beluk rancangan. figur manusia merupakan salah satu elemen grafis yang tidak diatur dalam standar penyajian gambar rancangan arsitektur. Sehingga pada akhirnya visualitas gambar denah, tampak dan potongan arsitektur tidak disertai figur manusia. Selain itu juga adanya anggapan bahwa figur manusia hanya merupakan elemen grafis pelengkap yang hanya bersifat dekoratif. Penelitian ini menyelidiki fungsi keberadaan figur manusia pada gambar serta dampaknya pada visualitas gambar dan pembaca dengan tujuan memberikan kita pemahaman tentang bagaimana peran figur manusia pada visualitas gambar denah, tampak dan potongan arsitektur. Penelitian ini melalui tahapan studi literatur tentang gambar rancangan arsitektur, tahap pengumpulan data menggunakan sampel gambar denah, tampak dan potongan arsitektur dan tahap pengolahan data menggunakan cara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa figur manusia memiliki berbagai fungsi yang berdampak pada visualitas gambar dan pembaca gambar sehingga ditemukan beberapa peran.
Perancangan ruang bekerja kreatif masa depan Simahendali, Elysa Yuanita; Asharhani, Imaniar Sofia; Wiranata, Alfonsus Grandy
ARSNET Vol. 3, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang perancangan ruang bekerja dengan tipologi creative hub berbasis karakter generasi masa depan. Perubahan ruang bekerja dipengaruhi oleh tren demografis yang merubah masyarakat secara umum dan kemajuan teknologi yang memudahkan komunikasi. Pada tahun 2020–2030, diperkirakan usia produktif yang siap untuk bekerja akan didominasi oleh generasi milenial. Isu permasalahan muncul saat ruang bekerja konvensional saat ini tidak lagi sesuai dengan karakter generasi tersebut. Melalui eksplorasi tipologi berbagai desain ruang bekerja di Jakarta, Bogor, dan Bandung, tulisan ini bertujuan untuk memperlihatkan bagaimana perancangan sebuah ruang bekerja di masa mendatang mampu mendukung karakter pekerja dalam berbagai aspek, yakni aspek collective, community, connected, costumization, dan confidence. Penelusuran terhadap aspek-aspek tersebut memengaruhi prinsip bekerja, gaya bekerja, preferensi tata ruang, serta minat industri dalam bekerja yang kemudian menjadi kriteria untuk mengembangkan creative hub sebagai pusat kegiatan kreatif. Tulisan ini mengulas perancangan creative hub yang menyenangkan dan ceria sebagai ruang ideal bagi pekerja di masa mendatang sebagai kontribusi terhadap perancangan ruang bekerja di masa depan. This article discusses the development of the workspace design of a creative hub based on the characters of the future generation. Workspace changes are influenced by demographic trends and technology that alter society as a whole. In 2020–2030, it is expected that the productive working generation will be dominated by the millennial. However, the current conventional workspace is not suited to the character of such a generation. Through typological exploration of various creative workspaces in Jakarta, Bogor, and Bandung, this article aims to demonstrate how future workspaces accommodate various aspects of working, from collective, community, connected, customization, and confidence. Investigations towards such aspects shape the working principles, working lifestyle, and space organisation preferences that influence the development criteria of a creative hub as a centre of creative working activities. This article discusses a playful creative hub design as an ideal working space for future generations, as a contribution towards future workspace design.