Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) apakah model pembelajaran kelas berdasarkan situasi dunia nyata dan memanfaatkan video animasi akan meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika di kelas VIII . (2) Untuk memahami bagaimana model pembelajaran Pembelajaran berbasis masalah yang dilengkapi video animasi dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII dalam memecahkan masalah matematika. (3) Untuk mengetahui bagaimana penggunaan model pembelajaran berbasis pemecahan masalah dengan penggunaan video animasi di kelas VIII meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini disebut “Penelitian Tindakan Kelas” atau PTK. Tindakan yang telah dilakukan meliputi peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa melalui pengembangan model berbasis masalah dengan video animasi. hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dengan berbantuan video animasi dengan diletakkan siswa sebagai subjek belajar dan melibatkan seluruh kemampuan siswa maka siswa dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. (2) Peningkatan ini terjadi karna adanya perbaikan yang dilakukan pada siklus I dan siklus II. Adapun perbaikan yang dilakukan adalah pada fase pembelajaran mengorganisasikan siswa dalam kelompok, susunan kelompok diubah berdasarkan hasil kemampuan pemecahan masalah siswa ketika mengerjakan tes pada siklus I. (3) Rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa mengalami peningkatan. Pada tes awal rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa adalah 52,75%. Sedangkan, pada siklus 1, rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa adalah 65,89%. Pada siklus II, kemampuan pemecahan masalah siswa adalah 80,10%. Berdasarkan uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa Penerapan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan video animasi dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII SMP Swasta Advent 1 Medan