Permasalahan sampah menjadi isu krusial yang berdampak langsung terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan sosial ekonomi, terutama di daerah perkotaan. Peningkatan jumlah penduduk berdampak pada tingginya volume sampah yang tidak sebanding dengan kapasitas pengelolaannya. Kota Kupang menjadi salah satu kota yang menghadapi krisis pengelolaan sampah, sebagaimana terlihat pada kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Alak yang masih menerapkan sistem open dumping, metode yang telah dilarang oleh pemerintah karena berdampak buruk bagi lingkungan. Kebakaran berulang yang terjadi di TPA Alak, terutama pada tahun 2022 dan 2023, memperlihatkan lemahnya pengelolaan dan pengawasan serta menimbulkan gangguan kesehatan dan ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan sampah di TPA Alak menggunakan pendekatan empat fungsi manajemen menurut George R. Terry, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Hasil analisis menunjukkan bahwa keempat fungsi manajemen tersebut belum dilaksanakan secara maksimal. Perencanaan pengelolaan belum terarah dan responsif terhadap risiko kebakaran, pengorganisasian belum mampu mengatasi keterbatasan sumber daya, pengarahan tidak efektif dalam implementasi kebijakan, dan pengawasan cenderung lemah sehingga tidak mencegah terjadinya peristiwa berulang. Temuan ini menegaskan perlunya perbaikan menyeluruh dalam manajemen pengelolaan sampah, mulai dari pembaruan sistem, peningkatan kapasitas kelembagaan, hingga penguatan regulasi dan pengawasan, agar pengelolaan sampah di TPA Alak lebih berkelanjutan dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.