Fradita Wahyu Delfiana
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fraud Triangle dan Implikasinya terhadap Manajemen Laba: Studi Empiris pada Sektor Properti Terdaftar di BEI Tahun 2018–2020 Fradita Wahyu Delfiana
Journal of Public and Business Accounting Vol. 4 No. 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Widya Gama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jopba.v4i2.400

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh elemen fraud triangle terhadap praktik manajemen laba pada perusahaan sektor properti di Indonesia. Praktik manipulasi laba sering muncul akibat tekanan keuangan, target kinerja, maupun kelemahan tata kelola, sehingga relevan dianalisis melalui pendekatan fraud triangle. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif-verifikatif dengan sampel 12 perusahaan properti yang terdaftar secara konsisten di Bursa Efek Indonesia periode 2018–2020, menghasilkan 36 observasi (firm-year). Variabel dependen adalah manajemen laba yang diukur dengan Discretionary Accruals (DACC) menggunakan Modified Jones Model, sedangkan variabel independen meliputi financial stability, personal financial need, external pressure, financial targets, ineffective monitoring, dan auditor switch. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial stability, external pressure, dan financial targets berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba, sementara personal financial need berpengaruh negatif signifikan. Dua variabel lainnya, ineffective monitoring dan auditor switch, tidak terbukti berpengaruh. Nilai Adjusted R² sebesar 0,417 mengindikasikan bahwa 41,7% variasi praktik manajemen laba dapat dijelaskan oleh model penelitian. Temuan ini menegaskan relevansi fraud triangle dalam menjelaskan motivasi manajemen laba, serta menyoroti kelemahan mekanisme tata kelola formal di sektor properti Indonesia.