This Author published in this journals
All Journal Jurnal Fatwa Hukum
NIM. A1012211189, KRISTIN AMELIA KETRIN SIAHAAN
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN KEKERABATAN DALIHAN NATOLU DALAM MASYARAKAT ADAT BATAK TOBA PADA MARGA SIAHAAN DI KOTA SINGKAWANG NIM. A1012211189, KRISTIN AMELIA KETRIN SIAHAAN
Jurnal Fatwa Hukum Vol 8, No 3 (2025): E-Jurnal Fatwa Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study aims to obtain data and information about Dalihan Natolu in the Batak Toba traditional community in the Siahaan Clan in Singkawang City, to explain the implementation of Dalihan Natolu in the Batak Toba Traditional Ceremony in the Siahaan Clan in Singkawang City, to explain the obstacles experienced by the Siahaan Clan in Singkawang City in maintaining Dalihan Natolu kinship and to explain the role of Dalihan Natolu kinship in the Batak Toba traditional community in the Siahaan Clan in Singkawang City. Batak people can now be found in various regions in Indonesia. Along with the development of the times and the shift in Batak cultural customs from their hometowns to places of migration. This is because the Batak people have a tradition of migrating in order to get a better life. However, even though they no longer live in their area, the Batak people still hold fast to the Dalihan Natolu and Marga customs. The formulation of the research problem is How is the Role of Dalihan Natolu Kinship in the Batak Toba Traditional Community in the Siahaan Clan in Singkawang City?. The results of the study are that the Batak Toba traditional community in the Siahaan Clan in Singkawang City uses Dalihan Natolu as a customary order that is used as a guideline for attitudes and relationships carried out by the Batak community. Until now, the function and role of Dalihan Natolu still function well in society. The application of Dalihan Natolu in the Batak Toba Traditional Ceremony in the Siahaan Clan has experienced a shift in the way people interact, especially with advances in technology and social media, making this traditional practice have to adapt to remain relevant. The role of the existence of Dalihan Natolu kinship in the Siahaan Clan community in Singkawang City is still carried out with various shifts that occur. The role of the existence of Dalihan Natolu kinship in the Siahaan Clan community is to maintain the balance of relations between individuals and groups in society. This philosophy reflects a social structure that emphasizes the importance of cooperation, respect, and responsibility. The impact of not implementing Dalihan Natolu in Batak Toba society can cause various problems, especially social sanctions and the resolution of customary problems. The obstacles for Marga Siahaan in maintaining Dalihan Natolu kinship are the heterogeneous society of Singkawang city consisting of various tribes and many young Batak people who are already in the diaspora do not understand the role in Dalihan Natolu and are starting to forget the customs in their hometown. Keywords: Customs, Batak Toba, Dalihan Natolu, Kinship ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi mengenai Dalihan Natolu dalam masyarakat adat Batak Toba pada Marga Siahaan di Kota Singkawang, memaparkan penerapan Dalihan Natolu dalam Upacara Adat Batak Toba pada Marga Siahaan di Kota Singkawang, memaparkan hambatan yang dialami Marga Siahaan di Kota Singkawang dalam mempertahankan kekerabatan Dalihan Natolu dan memaparkan peran kekerabatan Dalihan Natolu dalam masyarakat adat Batak Toba pada Marga Siahaaan di Kota Singkawang. Masyarakat Batak sekarang ini sudah dapat ditemui diberbagai wilayah di Indonesia. Seiring dengan perkembangan zaman dan adanya pergeseran adat budaya Batak dari kampung halam ke tempat perantauan. Hal ini disebabkan karena masyarakat Batak memiliki tradisi merantau guna mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Akan tetapi meskipun sudah tidak tinggal di wilayahnya, masyarakat Batak tetap memegang teguh adat Dalihan Natolu dan Marga. Rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana Peran Kekerabatan Dalihan Natolu Dalam Masyarakat Adat Batak Toba Pada Marga Siahaan di Kota Singkawang?. Hasil dari penelitian tersebut adalah masyarakat adat Batak Toba pada Marga Siahaan di Kota Singkawang menjadikan Dalihan Natolu sebagai tatanan adat yang dijadikan pedoman dalam bersikap dan pergaulan yang dilakukan oleh masyarakat batak. Hingga saat ini fungsi dan peranan dalihan natolu masih berfungsi dengan baik dimasyarakat. Penerapan Dalihan Natolu dalam Upacara Adat Batak Toba pada Marga Siahaan mengalami pergeseran dalam cara orang berinteraksi, terutama dengan kemajuan teknologi dan media sosial, membuat praktik tradisional ini harus beradaptasi untuk tetap relevan. Peran dari keberadaan kekerabatan Dalihan Natolu dalam masyarakat Marga Siahaan di Kota Singkawang masih dilaksanakan dengan berbagai pergeseran yang terjadi. Peran dari keberadaan kekerabatan Dalihan Natolu dalam masyarakat Marga Siahaan adalah menjaga keseimbangan hubungan antar individu dan kelompok dalam masyarakat. Falsafah ini mencerminkan struktur sosial yang menekankan pentingnya kerja sama, penghormatan, dan tanggung jawab. Dampak dari tidak menerapkan Dalihan Natolu dalam masyarakat Batak Toba dapat menyebabkan berbagai masalah, terutama sanksi sosial dan penyelesaian masalah adat. Hambatan Marga Siahaan dalam mempertahankan kekerabatan Dalihan Natolu yaitu masyarakat kota Singkawang yang heterogen yang terdiri dari beragam suku dan banyak anak muda Batak yang sudah berada di perantauan tidak memahami peran dalam Dalihan Natolu dan mulai melupakan adat di kampung halaman. Kata Kunci : Adat, Batak Toba, Dalihan Natolu, Kekerabatan