Pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) merupakan instrumen strategis dalam membentuk kompetensi karyawan, yang menjadi fondasi keberhasilan organisasi dan sumber keunggulan kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara kritis literatur terkait pengaruh pelatihan dan pengembangan SDM terhadap kompetensi karyawan, mengidentifikasi gap penelitian, serta merumuskan kontribusi teoretis dan implikasi manajerial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, meliputi analisis artikel jurnal nasional dan internasional, buku referensi, serta prosiding ilmiah yang relevan, dengan seleksi berdasarkan relevansi topik, kredibilitas publikasi, dan ketersediaan data lengkap. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelatihan dan pengembangan SDM berperan signifikan dalam meningkatkan kompetensi teknis dan kapasitas adaptasi karyawan, namun sebagian besar penelitian terdahulu lebih menekankan kinerja sebagai variabel dependen dan jarang mengukur kompetensi secara langsung. Selain itu, efektivitas metode pelatihan, variabel mediasi seperti kepuasan kerja, komitmen, dan budaya organisasi masih kurang dieksplorasi. Dari perspektif Human Capital Theory (HCT) dan Resource-Based View (RBV), kompetensi karyawan merupakan aset strategis yang dapat meningkatkan kapabilitas organisasi dan menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan pentingnya perancangan program pelatihan dan pengembangan SDM yang terukur, relevan, dan berfokus pada peningkatan kompetensi inti karyawan. Implikasi penelitian mencakup rekomendasi bagi organisasi dalam merancang strategi pengembangan SDM yang efektif, serta agenda riset masa depan yang menekankan evaluasi kuantitatif efektivitas pelatihan, peran variabel mediasi/moderasi, dan studi komparatif antar sektor industri.