Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Pergaulan Syariah Sebagai Upaya Pencegahan Pergaulan Bebas Pada Remaja di SMPN 2 Parigi Kurniawan, Kurniawan; Khoirunnisa, Khoirunnisa; Parestorian, Putri Hanipan
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i2.6158

Abstract

Pergaulan bebas pada remaja merupakan tindakan atau sikap individu maupun kelompok yang tidak terkontrol. Adanya pengaruh modernisasi, globalisasi dan kurangnya edukasi meningkatkan kerentanan terhadap perilaku berisiko seperti pacaran dan pergaulan bebas. Sehingga perlu adanya strategi yang efektif dalam mengatasi pergaulan bebas pada remaja. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja dalam mencegah pergaulan bebas melalui konsep pergaulan syariah. Metode yang digunakan dalam Kegiatan pengadian masyarakat ini adalah penyuluhan topik “Mencegah Pergaulan Bebas dengan Pergaulan Syariah” yang melibatkan partisipasi sebanyak 24 siswa di SMPN 2 Parigi, Desa Cintaratu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 7.15 dan post-test sebesar 8.89, sehingga menunjukkan terdapat kenaikan nilai rata rata sebesar 24.35%. Evaluasi juga menunjukkan bahwa siswa antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Oleh karena itu, hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai definisi pergaulan, waspada dalam pergaulan bebas, dan cara bergaul menurut syariah islam. Temuan ini membuktikan bahwa penyuluhan merupakan metode efektif dalam peningkatan pengetahuan siswa mengenai pergaulan yang sesuai dengan nilai-nilai syariah
MENTAL HEALTH WARRIORS: PELATIHAN KADER KESEHATAN JIWA UNTUK DESA SEHAT MENTAL Kurniawan, Kurniawan; Khoirunnisa, Khoirunnisa; Masrina, Dwi; Parestorian, Putri Hanipan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37228

Abstract

Abstrak: Kesehatan jiwa merupakan aspek fundamental dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Kabupaten Pangandaran masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain rendahnya literasi kesehatan jiwa, tingginya stigma terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan jiwa profesional. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan jiwa melalui pelatihan berbasis komunitas dalam rangka mendukung terwujudnya desa sehat mental. Metode pelaksanaan berupa edukasi melalui ceramah interaktif yang disertai dengan diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta yang terdiri atas 12 kader kesehatan, 4 kepala dusun, dan 2 perangkat desa. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner Community Attitudes Toward the Mentally Ill (CAMI III) untuk menilai stigma terhadap ODGJ, serta Pre-test dan Post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader terkait kesehatan mental dan Psychological First Aid (PFA). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan nilai rata-rata pengetahuan peserta, dari 62,78 sebelum pelatihan menjadi 90,00 setelah pelatihan. Selain itu, sebagian besar responden (83,3%) menunjukkan stigma positif terhadap ODGJ, yang mencerminkan peningkatan kesadaran masyarakat. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan jiwa serta keterampilan kader dalam deteksi dini, konseling dasar, dan promosi kesehatan mental di tingkat desa.Abstract: Mental health is a fundamental component in achieving community well-being. Parakanmanggu Village, Parigi Subdistrict, Pangandaran Regency, continues to face several challenges, including low mental health literacy, persistent stigma toward People with Mental Disorders (PMD), and limited access to professional mental health services. This Community Service Program aimed to enhance the capacity of mental health cadres through community-based training to support the development of a mentally healthy village. The program employed an educational approach using interactive lectures complemented by question-and-answer discussions. A total of 18 participants were involved, consisting of 12 health cadres, 4 hamlet heads, and 2 village officials. Evaluation was conducted using the Community Attitudes Toward the Mentally Ill (CAMI III) questionnaire to assess stigma toward PMD, as well as Pre-test and Post-test instruments to measure participants’ knowledge related to mental health and Psychological First Aid (PFA). The results demonstrated a significant increase in the average knowledge score, from 62.78 before the training to 90.00 after the intervention. Furthermore, most respondents (83.3%) exhibited positive attitudes toward PMD, indicating an improvement in community awareness. Overall, this program proved effective in improving mental health literacy and enhancing cadres’ skills in early detection, basic counseling, and mental health promotion at the village level.