Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yang diterapkan dalam ruang virtual dengan mengintegrasikan pedagogi digital serta sistem informasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap sejumlah dosen pengampu mata kuliah PKn yang memiliki pengalaman mengajar secara daring selama masa pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PKn secara daring memerlukan pendekatan yang bersifat kontekstual, seperti penerapan studi kasus dan refleksi personal, agar partisipasi mahasiswa dapat ditingkatkan. Selain itu, pemanfaatan berbagai platform digital, antara lain Learning Management System (LMS), Google Classroom, dan Microsoft Teams, berperan penting sebagai sarana pendukung pembelajaran. Kendati demikian, masih terdapat tantangan yang dihadapi, di antaranya keterbatasan interaksi antara mahasiswa dan dosen, serta ketimpangan kesiapan digital di kalangan mahasiswa. Untuk memahami fenomena tersebut, penelitian ini mengacu pada teori Interaksi Simbolik, teori Media Baru, dan Uses and Gratifications yang memberikan landasan teoritis terkait peran interaksi, penggunaan media, serta motivasi mahasiswa dalam proses pembelajaran PKn secara daring. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi institusi pendidikan tinggi dalam merancang strategi pembelajaran PKn yang lebih fleksibel, inovatif, dan sesuai dengan tuntutan era digital saat ini.