Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Myth of the God Fish in Monte's Hair Pond as a Conservation Narrative Sevira; Eti Setiawati
Jurnal Sastra Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025): July
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v14i2.19104

Abstract

This research aims to explore and examine the meaning of the mythical narrative of the God Fish in the Monte Hair Lake as part of efforts to conserve endemic animals and preserve their habitats. Oral literature in the form of myths in the region is examined and scrutinized in order to find values that are full of the call to protect nature and the living things that exist in it. This study uses a qualitative approach through narrative analysis as a method, with Roland Barthes' semiotic theory and Durkheim's theory of belief as the basis of the analysis. The data used were in the form of oral speech, phenomena, and behaviors that had indications related to animal conservation efforts and literature review. The data sources in the study were the key interpreters and the community around the lake in the form of data in the form of oral narrative speech. Structured interview techniques and literature review collected data. Based on the research that has been carried out, the findings in this study show several forms of myths spread in the region, including that the God Fish is told as the incarnation of a royal warrior, cannot be consumed, has luck, and is sacred. The existence of myths in the Monte Hair area has a function to strengthen collective awareness to maintain the existence of the God Fish as a 'protector' of the local aquatic ecosystem of the Monte Hair Lake.
Intensitas Penggunaan Bahasa Jawa dalam Keseharian Mahasiswa FIB UB Sebagai Upaya Pemertahanan Bahasa Lokal Fathasya Auliya Salsabila; Nevada Hildatya Estu Nugraha; Sevira; Mochammad Azharul Faizzin; Eka Bibit Santikasari; Indah Ayu Sobrina Rahmawati; Silvia Umika Putri Anggraini
Jurnal Budaya Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL BUDAYA
Publisher : Department of Language and Literature, Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan bahasa tidak dapat terlepas dari faktor sosial dan budaya masyarakat. Bahasa adalah bagian dari budaya yang lahir dan tumbuh di masyarakat. Variasi bahasa seperti pola umum dalam bahasa tercipta dari pemakaian bahasa serta kombinasi faktor linguistik dan nonlinguistik. Variasi tersebut menimbulkan pergeseran bahasa sehingga menghadirkan upaya pemertahanan bahasa. Salah satu dari sekian banyak bahasa daerah di Indonesia adalah bahasa Jawa, yang mana penggunaannya kian tergeser dengan bahasa nasional atau internasional karena dianggap memiliki nilai prestise yang lebih tinggi. Penelitian inimencoba untuk mendeskripsikan intensitas penggunaan bahasa Jawa yang digunakan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Brawijaya (UB) sebagai upaya agar kelestarian bahasa terjaga. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik analisis data berupa reduksi, kemudian data display, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis yang ditemukan menunjukkan bahwa intensitas penggunaan bahasa Jawa di kalangan mahasiswasebagai bahasa utama tergolong masih rendah meskipun sebagian besar dari mereka adalah masyarakat Jawa. Namun, penggunaannya dilakukan cukup konsisten dan tidak terbatasdalam lingkungan kampus namun juga dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan bahasa Jawa cenderung dipakai untuk berkomunikasi dengan teman sebaya dibandingkan kepadadosen. Walaupun penggunaannya tidak bisa dikatakan tinggi, namun pemertahanan bahasa Jawa dalam lingkungan kampus dapat menjadi salah satu cerminan identitas budaya mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya. Penerapan bahasa Jawa juga dinilaicukup mendominasi dibandingkan dengan bahasa daerah lainnya. Melalui upaya pemertahanan bahasa, dampak positif yang timbul diantaranya adalah memperkaya warisan budaya, memperkuat identitas lokal dan mendukung pengembangan kesenian tradisional. Kata Kunci: Intensitas Bahasa, Penggunaan Bahasa Jawa, Pemertahanan Bahasa, Pemertahanan Bahasa Lokal