ABSTRAK Terdapat 20.000 hingga 25.000 kematian akibat DBD, terutama pada anak-anak dan terjadi pada lebih dari 100 negara. Demam berdarah telah menyebar ke lebih dari 100 negara, termasuk negara-negara di Amerika, Asia Tenggara, dan Pasifik Barat, menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Berdasarkan informasi dari Direktorat P2PM di Indonesia ada 57.884 kasus dengue dan 422 kematian dengue pada tahun 2023 hingga bulan Agustus. Pada penelitian yang dilakukan Maneerattanasak dan Suwanbamrung, 2020 menunjukkan bahwa anak dengan obesitas akan lebih berisiko terkena infeksi dengue berat. Penderita obesitas akan memiliki lebih banyak sel lemak yang akan mengeluarkan TNF-a, IL-6, leptin, dan pengurangan adiponektin. Hal tersebut mengakibatkan perubahan fungsi sel imun saat terjadi infeksi. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan studi cross-sectional serta pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini yakni pasien DBD pada anak di Rumah sakit Yarsi pada tahun 2022-2023. Total responden penelitian ini berjumlah 117 pasien yang termasuk pada kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Pada penelitian ini, berdasarkan analisis statistik, menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan derajat penyakit DBD pada anak, serta tidak terdapat adanya hubungan antara stunting dengan derajat penyakit DBD pada anak. Mayoritas responden mengalami gizi baik dan stunting menderita DBD derajat I-II. Namun, ditemukan 3 pasien dengan gizi baik menderita DBD derajat III. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara status gizi dengan derajat penyakit DBD pada anak di Rumah Sakit Yarsi. ABSTRACT There are 20,000 to 25,000 deaths due to Dengue Fever (DF), especially in children, occurring in more than 100 countries. Dengue fever has spread to over 100 countries, including countries in Americas, Southeast Asia, and the Western Pacific, according to data from the World Health Organization. Based on information from the Directorate of P2PM in Indonesia, there were 57,884 cases of dengue and 422 dengue deaths in 2023 until August. Research conducted by Maneerattanasak and Suwanbamrung in 2020 indicates that children with obesity have more risk of severe dengue infection. Individuals with obesity will have more fat cells that release TNF-a, IL-6, leptin, and reduce adiponectin. This results in changes the immune cell function during infection. This research used quantitative method with cross-sectional study design and retrospective approach. The population in this study consisted of pediatric dengue patients at Yarsi Hospital in 2022-2023. The total respondents in this study were 117 patients who met the inclusion and exclusion criteria. According to the statistical analysis, there is no relationship between nutritional status and the severity of DHF in children, and there is no relationship between stunting and the severity of DHF in children. The majority of respondents had good nutrition, and those with stunting suffered from DHF grades I-II. However, three patients with good nutrition were found to have DHF grade III. Based on the results of this research, it can be concluded that there is no relationship between nutritional status and the severity of DHF in children at Yarsi Hospital.