Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Gizi Seimbang, Tumbuh Kembang Pasti dengan Daun Kelor (GISEDA) di Desa Talaga Tomoagu Rifani Hutami Supardi; Muhammad Rafiq Lakali; Miftahul Jannah Amala; Putri Novtafia Lahay; Devara Tilli; Billy Pratama Damopolii; Astari Aprillia Mariama; Maria Cicilia Riandi
Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan Vol. 2 No. 3 (2025): Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aksinyata.v2i3.1871

Abstract

One of the health issues in Talaga Tomoagu village, Bolangitang Barat district, North Bolaang Mongondow regency, is stunting or slow growth in children of the same age, which remains high. Based on data from the Talaga Tomoagu village Health Office, the prevalence of stunting in 2022 was 1.82%, in 2023 it increased to 5.08%, and in 2024 it further increased to 6.67%. Cases of stunting in children and toddlers are a common issue that needs to be addressed in Indonesia due to the lack of balanced nutritional intake. The aim of this program is to provide innovative healthy nutrition menus with children's food preparations (nuggets) made from moringa leaves to prevent stunting. The method used in this program is to provide direct educational counseling and demonstrations on making moringa leaf-based complementary food nuggets. The results of this innovative program show that education on healthy nutrition menus affects mothers' knowledge about stunting and its prevention efforts. After being provided with education and training on making food based on moringa leaves, the results significantly influenced the mothers' knowledge about balanced nutrition as a prevention of stunting issues in the village of Talaga Tomoagu.
Penetapan Kadar Hidrokuinon pada Krim Pemutih Wajah yang Beredar di Pasar 45 Kota Manado dengan Metode Spektrofotometri UV-VIS Rosadalima Mere Tuku; Rifani Hutami Supardi; Ahlan Sangkal
An-Najat Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus : An-Najat : Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v3i3.3128

Abstract

Long-term use of hydroquinone compounds can reduce melanin production, causing the skin to lose its protective function against sunlight. Manufacturers promote products in various media to increase sales, in fact the prevalence of illegal cosmetics is increasing every year. The purpose of this study was to determine the levels of hydroquinone contained in various brands of facial whitening cream cosmetics circulating in the 45 Manado City markets. Quantitative testing using the UV-Vis spectrophotometry method. The results showed that 5 samples taken in the 45 Manado City markets contained hydroquinone with sample levels of (A) 0,0339% and (B) 0,0536%. So it can be concluded that 2 samples of facial whitening cream do not comply with BPOM Regulation Number 23 of 2019 concerning facial whitening cream cosmetic preparations.
Penetapan Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol Buah Kelor (Moringa oleifera) Dengan Metode Spektrofotometri UV-vis Tiara Rakib; Rifani Hutami Supardi; Agus A Laya
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 9 No 1 (2025): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/jf6gqz23

Abstract

Buah kelor (Moringa oleifera) diketahui mengandung senyawa bioaktif, termasuk flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan flavonoid pada ekstrak etanol buah kelor dengan menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis serta quersetin sebagai pembanding. Proses ekstraksi dilakukan melalui maserasi dengan pelarut etanol 70%, kemudian hasil maserasi diuapkan hingga diperoleh ekstrak kental. Penetapan kadar flavonoid ditentukan pembentukan kompleks dengan aluminium klorida dan kalium asetat, sedangkan  absorbansinya diukur pada panjang gelombang maksimum 429 nm. Hasil menunjukkan rendemen ekstrak sebesar 6,272% dan kadar flavonoid rata-rata sebesar 2,5140 µgQE/g ekstrak. Penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan buah kelor yang diambil didesa Prapakanda kabupatean Halmahera selatan, Provinsi Maluku Utara sangata rendah.
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Noer Laila Nyowu nyowu; Rifani Hutami Supardi; Suwandi I. Luneto
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 9 No 1 (2025): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/qc5kt439

Abstract

Kelor (Moringa oleifera), dikenal dengan sebutan ”Pohon ajaib”, merupakan tumbuhan yang memiliki kandungan gizi penting bagi kesehatan manusia. Daun kelor kaya akan vitamin A, vitamin B, vitamin B2, vitamin B6, vitamin C, serta mineral seperti zat besi, kalsium, dan kalium. Flavonoid yang termasuk metabolit sekunder dari golongan polifenol, banyak ditemukan pada tumbuhan dan diketahui memiliki berbagai aktivitas bioaktif. Metode maserasi merupakan teknik ekstraksi yang sederhana dan paling umum digunakan, yaitu dengan merendam bahan dalam pelarut tertentu yang dapat melarutkan senyawa aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar flavonoid dalam ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Teknik ini banyak dipakai untuk menganalisis serta menentukkan konsentrasi flavonoid berdasarkan sifatnya yang mampu menyerap Cahaya. Dari penelitian ini diperoleh kadar flavonoid sebesar 3,0369 µg QE/g, yang menunjukkan bahwa daun kelor dari Desa Parungi mengandung flavonoid dalam jumlah rendah.