Matematika merupakan mata pelajaran fundamental yang dipelajari secara berkelanjutan sejak pendidikan dasar hingga menengah, karena berperan penting dalam membentuk kemampuan berpikir logis, analitis, dan pemecahan masalah. Namun, kenyataannya prestasi belajar matematika siswa di SMK Nurul Jadi masih tergolong rendah, dengan nilai rata-rata hasil belajar berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), yaitu sebesar 53,67. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya perbaikan pembelajaran yang lebih inovatif dan kontekstual agar siswa lebih mudah memahami konsep matematika. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas X melalui pemanfaatan media audiovisual sebagai alat bantu pembelajaran. Subjek penelitian berjumlah 10 siswa, dengan objek penelitian berupa penerapan media audiovisual dalam proses pembelajaran matematika. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, tugas siswa, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, serta tes pretes dan posttes pada setiap siklus. Analisis data dilakukan menggunakan teknik rata-rata dan persentase. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus yang disesuaikan dengan Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes) sekolah. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan pada setiap siklus. Pada siklus I, aktivitas guru berada pada kategori sangat baik dan aktivitas siswa pada kategori baik, dengan nilai rata-rata 73,64 serta 50% siswa mencapai KKM. Pada siklus II, aktivitas guru dan siswa meningkat ke kategori sangat baik, nilai rata-rata naik menjadi 82,40, dan persentase ketuntasan mencapai 75%. Selanjutnya, pada siklus III aktivitas guru dan siswa tetap berada pada kategori sangat baik, nilai rata-rata meningkat menjadi 85,22, dan 87,5% siswa telah memenuhi KKM. Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan media audiovisual efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Secara implikatif, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media audiovisual dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa, mempermudah pemahaman konsep abstrak, serta menciptakan pembelajaran matematika yang lebih menarik dan bermakna. Oleh karena itu, guru matematika di SMK disarankan untuk mengintegrasikan media audiovisual secara sistematis dalam pembelajaran guna meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa.