Kesenjangan sosial di Indonesia semakin mencolok dan berdampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi. Fenomena ini ditandai dengan perbedaan mencolok dalam akses pendidikan, layanan kesehatan, dan peluang ekonomi antar kelompok masyarakat, yang mengakibatkan ketidakpuasan sosial dan potensi konflik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kesenjangan sosial terhadap kestabilan ekonomi serta memberikan rekomendasi kebijakan yang relevan untuk mengurangi ketimpangan ini. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui literatur, laporan resmi, serta statistik terkait yang menganalisis kondisi sosial ekonomi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan sosial berkontribusi pada tingginya tingkat kemiskinan, pengangguran, dan akses terbatas terhadap pendidikan dan kesehatan, yang pada gilirannya menghambat pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini juga menemukan bahwa ketidakadilan dalam distribusi sumber daya dan peluang memperburuk keadaan masyarakat, menyebabkan hilangnya potensi sumber daya manusia. Diperlukan kebijakan publik yang komprehensif untuk mengatasi masalah ini, termasuk peningkatan akses pendidikan dan reformasi perpajakan untuk distribusi kekayaan yang lebih adil. Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap program pemberdayaan masyarakat diperlukan untuk meningkatkan efektivitasnya dalam mengurangi kesenjangan sosial. Dengan demikian, Penelitian ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih dalam bagi pengambil kebijakan dalam menyusun strategi yang lebih efisien untuk menciptakan perkembangan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.