Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG SWAMEDIKASI DEMAM PADA ANAK MENGGUNAKAN OBAT PARASETAMOL DIKELURAHAN POJOK KOTA KEDIRI TAHUN 2021 Herayjat, Akbar
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2022): MARET 2022
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v3i2.2104

Abstract

Pendidikan adalah suatu usaha untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan dapat diperoleh melalui pendidikan formal maupun informal sedangkan Pengetahuan adalah hasil pengindraan manusia atau hasil tahu seseorang terhadap objek tertentu melalui indera yang dimilikinya. Sebagian besar pengetahuan seseorang diperoleh melalui indera pendengaran (telinga) dan indera pengelihatan (mata). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah ada hubungan tingkat pendidikan terhadap tingkat pengetahuan orang tua tentang swamedikasi demam pada anak menggunakan obat parasetamol di kelurahan Pojok Kota Kediri Tahun 2021.Pada penelitian ini menggunakan populasi sebanyak 190 orang dengan sampel sebanyak 129 orang dimana teknik pengambilan sampel dengan porpusive sampling lebih tepatnya metode simple random sampling. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuisioner dengan skala data tingkat pendidikan dan pengetahuan adalah ordinal dan uji statistic yang digunakan adalah uji Spearmen rank untuk melihat hubungan antara kedua variable. Hasil penelitian didapatkan Pvalue (0,000) kurang dari alfa (0,05) maka di simpulkan hipotesis sebagai H1 diterima dan H0 ditolak dapat diinterpretasikan bahwa ada hubungan tingkat pendidikan terhadap tingkat pengetahuan orang tua dalam swamedika demam pada anak menggunakan obat parasetamol di Kelurahan Pojok Kota Kediri Tahun 2021. Dengan nilai koefisien korelasi 0,563 atau dapat di interpretasikan bahwa koefisien korelasi sedang dengan arah hubungan positif yaitu semakin tinggi tingkat pendidikan responden maka semakin tinggi tingkat pengetahuan orang tua dalam swamedika demam pada anak menggunakan obat parasetamol.
A DEMOGRAPHIC FACTORS ASSOCIATED WITH PUBLIC KNOWLEDGE OF STROKE SYMPTOMS AMONG ASIAN POPULATIONS: A NARRATIVE REVIEW  Herayjat, Akbar; Saepudin; Ratna Mafruhah, Okti
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 12 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/d5hz6d23

Abstract

Public knowledge of stroke symptoms plays an important role in early recognition and timely treatment, particularly in the pre-hospital phase. In Asian populations, demographic characteristics may influence the level of awareness, but findings across studies have not always been consistent. This article aimed to review the relationship between demographic factors and knowledge of stroke symptoms through a narrative review of previous studies. Ten cross-sectional studies published between 2020 and 2025 were identified through database searches in PubMed and Google Scholar with predefined inclusion criteria. The included studies involved heterogeneous populations, including community-based samples, older adults, healthcare professionals, and outpatients with recurrent stroke or transient ischemic attack. Overall, the findings showed that education was the most consistent factor associated with better stroke knowledge. In contrast, associations with age, information sources, place of residence and socioeconomic status varied across studies and settings. Recognition of core stroke symptoms, particularly those reflected in the FAST concept, tended to be better than knowledge of less consistently identified symptoms and appropriate response patterns. Several studies also showed persistent gaps in prevention knowledge, symptom recognition and emergency response. These findings suggest that stroke awareness in Asian populations remains heterogeneous. Community-based education and improved access to context-appropriate health information are therefore needed to strengthen public understanding of stroke symptoms and support early recognition and response.