Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Bahasa Evaluatif dalam Pidato Calon Presiden 2024 dan Implikasinya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Maysita Rizky Utami; Fadly, Ahmad
Pratyaksa: Jurnal Ilmu Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2025): Juli
Publisher : Samsara Institute Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan bahasa evaluatif dalam pidato kampanye calon presiden 2024 berdasarkan kerangka appraisal (Martin & White, 2005), serta implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa 21 pidato dari tiga capres yang dikumpulkan dari kanal YouTube terpercaya selama masa kampanye 27 November 2023–10 Februari 2024. Hasil menunjukkan bahwa ketiga calon presiden memiliki karakteristik kebahasaan yang berbeda dalam menyampaikan evaluasi. Pada Sistem Sikap, Anies Baswedan (AB) dan Prabowo Subianto (PS) lebih dominan menggunakan judgement, dengan frekuensi 90 (AB) dan 82 (PS). Sementara itu, Ganjar Pranowo (GP) lebih menonjolkan affect (42 kehadiran). Pada Sistem Keterlibatan, ketiganya lebih sering menggunakan heterogloss, AB paling dominan (75), diikuti PS (73), dan GP (69). Namun, PS paling banyak menggunakan monogloss (24). Pada Sistem Graduasi, PS paling dominan dalam memperkuat makna (force) dengan 112 kehadiran dan 1 (focus), diikuti AB dengan frekuensi 100 (force) dan 11 (focus), sementara GP memiliki intensitas lebih rendah, yaitu dengan frekuensi 71 (force) dan 2 (focus). Implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMP, khususnya teks pidato adalah bahwa pidato kampanye capres 2024 dapat menjadi bahan ajar yang menarik. Melalui kerangka appraisal, siswa kelas IX dapat belajar menyampaikan pendapat, menunjukkan sikap, melibatkan pendengar, dan memperkuat pesan. Hasil penelitian ini juga dapat mendorong siswa berpikir kritis dalam mendengarkan atau membuat pidato, bekerja sama, dan meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi, sehingga siswa lebih siap menghadapi kehidupan bermasyarakat.