This Author published in this journals
All Journal Jurnal Orasi
Sada, Muhammad Ma'shum
State Islamic University K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN DAKWAH MODERAT DALAM MENGHADAPI TANTANGAN POLITIK IDENTITAS DI INDONESIA Hibrizi, Azzam Nabil; Qomariyah, Qomariyah; Sada, Muhammad Ma'shum; Rasadi, Kristalia Sabita; Faridah, Ni'mahtun
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 16, No 1 (2025): Juli 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v16i1.19925

Abstract

Seiring perkembangan zaman, praktik politik identitas yang terjadi di Indonesia menjadi tantangan baru bagi aktivitas dakwah dalam menjaga nilai-nilai persatuan dan toleransi. Politik identitas yang memanfaatkan perbedaan agama, suku, dan budaya untuk kepentingan politik tertentu kerap kali menimbulkan polarisasi dan konflik sosial hingga berdampak pada aktivitas dakwah itu sendiri. Oleh sebab itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji peran dakwah Islam moderat dalam merespons tantangan politik identitas di Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, dengan jenis penelitian studi literatur sebagai sumber data, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dakwah moderat yang berlandaskan pada nilai-nilai toleransi, komitmen kebangsaan, anti-kekerasan, dan akomodatif terhadap budaya lokal dapat menjadi solusi dalam menghadapi politik identitas yang merusak harmoni sosial. Di era digital, dakwah moderat juga dapat disebarluaskan melalui media sosial agar lebih menjangkau generasi muda. Dengan begitu, dakwah tidak hanya sebagai sarana penyampaian ajaran Islam, tetapi juga sebagai penggerak terciptanya kohesi sosial yang inklusif. Kontribusi penelitian ini yaitu memperkuat pemahaman tentang dakwah moderat sebagai respon atas politik identitas, serta membuka peluang kajian lanjutan mengenai efektivitas strategi dakwah moderat dalam konteks digital dan masyarakat multikultural