Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat bertujuan untuk: (1) Untuk menganalisis biaya dan pendapatan usahatani tembakau rajangan di Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat (2) Untuk menganalisis kontribusi pendapatan usahatani tembakau rajangan terhadap pendapatan petani di Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat. (3) Untuk menganalisis hambatan dan kendala yang dihadapi usahatani tembakau rajangan di Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan survei dan wawancara. Unit analisis dalam penelitian ini adalah petani tembakau rajangan yang berlokasi di Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif. Penentuan daerah penelitian menggunakan purposive sampling. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan skunder. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Biaya produksi yang dikeluarkan petani pada usahatani tembakau rajangan sebesar Rp. 21.514.970 per luas lahan garapan (0,86 Ha) sehingga pendapatan petani dari usahatani tembakau rajangan sebesar Rp. 26.779.925 per luas lahan garapan (0,86 Ha). (2) Pendapatan on farm yang meliputi (usahatani tembakau rajangan, usahatani padi, jagung, cabai, dan beternak sapi) sebesar Rp. 42.719.255 per tahun, pendapatan off farm (buruh tani) sebesar Rp. 270.000 per tahun dan pendapatan non farm yang meliputi (aparatur desa, kios pupuk, guru honorer, dan supir) sebesar Rp. 4.725.000 per tahun sehingga kontribusi pendapatan usahatani tembakau rajangan terhadap pendapatan rumah tangga petani adalah 56,13% per tahun. (3) Kendala utama yang dihadapi petani tembakau rajangan di Desa Mareje dan Mareje Timur Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat yaitu: kendala cuaca yang tidak menentu, keterbatasan modal, ketersedian alat pertanian yang terbatas, dan yang terakhir serangan hama dan penyakit tanaman.