Pendidikan jasmani yang dilakukan di Sekolah Dasar merupakan tahapan pembinaan Kebugaran jasmani bagi manusia. Pembinaan dan pengembangan Kebugaran jasmani adalah suatu proses pendidikan dan pembudayaan untuk memelihara Kebugaran jasmani yang dilaksanakan melalui jalur pendidikan sekolah dan luar sekolah. Tujuan yang terkandung dalam pembinaan dan pengembangan Kebugaran jasmani antara lain peningkatan kemampuan untuk mendukung peningkatan produktivitas gerak, dan prestasi belajar. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah “Seberapa Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Kelas Atas Ditinjau dari Tinggi Badan dan Berat Badan. Tujuan penelitian untuk mengeathui tingkat kebugaran jasmani siswa kelas atas ditinjau dari tinggi badan dan berat badan. Peneliti tidak memberikan perlakuan atau memanipulasi data untuk pengambilan data. Sehingga data yang didapatkan dari pelaksanaan Tes Kebugaran jasmani menggambarkan keadaan dilapangan. sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 98 siswa yang terdiri dari 31 siswa putri dan 25 siswa putra. Berdasarkan dari analisis data penelitian yang pertama diperoleh tingkat kebugaran jasmani siswa kelas atas SDN Wonorejo yaitu sebayak 0 anak (0%) dengan kategori baik sekali, 9 anak (16,07%) dengan kategori baik, 43 anak (76,79%) dengan kategori cukup, 4 peserta (7,14%) dengan kategori kurang, dan 0 peserta (0%) dengan kategori kurang sekali. Frekuensi terbanyak masuk pada kategori cukup yaitu 43 anak (76,79%). Dengan demikian tingkat kebugaran jasmani siswa kelas atas SDN Wonorejo masuk dalam kategori cukup. Analisis data yang kedua diperoleh tingkat kebugaran jasmani siswa putra kelas atas SDN Wonorejo yaitu sebayak 0 anak (0%) dengan kategori baik sekali, 3 anak (12%) dengan kategori baik, 21 anak (84%) dengan kategori cukup, 1 peserta (4%%) dengan kategori kurang, dan 0 peserta (0%) dengan kategori kurang sekali. Frekuensi terbanyak masuk pada kategori cukup yaitu 21 anak (84%). Dengan demikian tingkat kebugaran jasmani siswa putra kelas atas SDN Wonorejo masuk dalam kategori cukup. Analisis yang ketiga diperoleh tingkat kebugaran jasmani siswa putri kelas atas SDN Wonorejo yaitu sebayak 0 anak (0%) dengan kategori baik sekali, 6 anak (19,35%) dengan kategori baik, 22 anak (70,97%) dengan kategori cukup, 3 peserta (9,68%) dengan kategori kurang, dan 0 peserta (0%) dengan kategori kurang sekali. Frekuensi terbanyak masuk pada kategori cukup yaitu 22 anak (70,97%). Dengan demikian tingkat kebugaran jasmani siswa putri kelas atas SDN Wonorejo masuk dalam kategori cukup.