Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen mutu (quality management) produk jadi pada level ritel informal, khususnya pedagang eceran Arak Bali VATIQA di Kecamatan Krian. Manajemen Mutu (MM) adalah komponen krusial dalam praktik logistik untuk memastikan produk diterima pelanggan dalam keadaan sempurna. Namun, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sering kali tidak dapat menerapkan standar formal, sehingga memerlukan pendekatan Total Quality Management (TQM) yang Adaptif. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan observasi partisipatif selama enam bulan untuk mengidentifikasi bagaimana pedagang menerapkan prinsip TQM dan memenuhi dimensi kualitas produk (Performance, Features, Reliability). Hasil observasi menemukan bahwa model TQM Adaptif ini berfokus pada tiga pilar utama: Konsistensi Proses (volume 600ml yang seragam, memenuhi dimensi Conformance), Mutu Fungsional Kemasan (ketahanan botol yang kokoh, memenuhi dimensi Performance), dan Mutu Keamanan (integritas segel, memenuhi dimensi Reliability). Pendekatan ini secara strategis mengabaikan mutu citra formal (merek, label, komposisi) demi memaksimalkan Mutu Berbasis Nilai (Value-based Quality). Konsistensi tinggi yang dihasilkan dari implementasi TQM adaptif ini menumbuhkan Loyalitas Premium yang dikonversi menjadi modal sosial melalui Word-of-Mouth (WOM) yang kuat, menjelaskan bagaimana entitas informal dapat mencapai kepuasan pelanggan dan profitabilitas optimal tanpa memenuhi birokrasi standar formal. Temuan ini berfungsi sebagai acuan bagi UMKM dalam mengoptimalkan bisnisnya.