Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Tradisi Puter Kayun di Kelurahan Boyolangu Kecamatan Giri Kabupaten Banyuwangi Syafira Zalma Salshabila
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2025): Juli: Education and Community
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/4m7vma24

Abstract

Tradisi Puter Kayun adalah tradisi budaya masyarakat Using di Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi, yang dilaksanakan setiap 10 Syawal sebagai penghormatan kepada leluhur dan pelestarian nilai-nilai budaya. Tradisi ini tidak hanya seremonial, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang sejalan dengan Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi nilai-nilai Pancasila dalam tradisi Puter Kayun serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelestariannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan merujuk pada teori nilai Milton Rokeach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai dalam kelima sila Pancasila terimplementasi dalam pelaksanaan tradisi Puter Kayun. Sila Ketuhanan tercermin dalam ziarah dan doa bersama, sila Kemanusiaan dalam sikap toleransi, sila Persatuan dalam partisipasi aktif masyarakat, sila Kerakyatan dalam forum musyawarah (rembug warga), dan sila Keadilan Sosial melalui semangat gotong royong dan pembagian peran yang adil. Faktor pendukung implementasi nilai-nilai Pancasila meliputi partisipasi aktif masyarakat, semangat gotong royong, kesadaran akan pentingnya budaya lokal, serta dukungan pemerintah. Sementara itu, faktor penghambatnya adalah minimnya keterlibatan generasi muda, dominasi media sosial, keterbatasan ekonomi, serta kurangnya regenerasi dan edukasi tradisi kepada generasi penerus.