Kehadiran merupakan salah satu indikator untuk menilai kedisiplinan pegawai. Pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bojonegoro, kehadiran pegawai juga merupakan salah satu indikator untuk menilai kedisiplinan. Selain itu, kehadiran pegawai juga digunakan sebagai pertimbangan untuk pemberian tunjangan tambahan pada setiap bulannya. Kedisiplinan pegawai yang dimaksud mencakup kehadiran di hari kerja dan keikut sertaan dalam kegiatan apel rutin ataupun upacara. Admin kepegawaian membuat rekapitulasi kedisiplinan dalam bentuk persentase setiap bulannya dengan cara manual melalui aplikasi spreadsheet atau office. Hal tersebut tentu kurang efektif dan memakan waktu. Berangkat dari permasalahan tersebut, dibutuhkan sebuah solusi permasalahan berbasis teknologi informasi untuk memudahkan perhitungan persentase kedisiplinan pegawai agar hasil yang didapatkan bisa lebih akurat dengan penerapan metode Weighted Product dalam proses perhitungannya. Melalui Penerapan Metode Weighted Product terhadap Kedisiplinan Pegawai di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bojonegoro, diharapkan perhitungan kedisiplinan pegawai bisa dilakukan secara otomatis, tidak memakan banyak waktu, dan mengurangi resiko kesalahan input, serta hasil persentase kedisiplinannya lebih akurat. Kemudian dari hasil pengujian kesalahan menggunakan MAPE (Mean Absolute Percentage Error), hasil perhitungan memiliki tingkat akurasi keberhasilan sebesar 5,34%, yang menunjukkan bahwa tingkat kesalahan prediksi model terhadap nilai aktual berada dalam kategori rendah.