This Author published in this journals
All Journal IPSSJ
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI REFLEKTIF ETIKA PROFESI AKUNTANSI DALAM BUMN MELALUI KASUS SKANDAL JUAL BELI GAS PGN Mellatul Husna
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 03 Juli (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etika profesi akuntansi berperan krusial dalam menjaga integritas, objektivitas, dan akuntabilitas pelaporan keuangan, khususnya pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola dana publik. Penelitian ini mengkaji pelanggaran etika akuntansi melalui skandal perdagangan gas yang melibatkan PT Perusahaan Gas Negara (PGN), anak perusahaan Pertamina. Isu utama yang dikaji adalah lemahnya penerapan prinsip etika dalam pengambilan keputusan keuangan, yang berujung pada potensi kerugian negara akibat transaksi yang tidak transparan dan lemahnya pengendalian internal. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis reflektifnya terhadap kasus nyata yang menunjukkan bagaimana kegagalan etika dapat terjadi dalam sebuah lembaga publik yang seharusnya berada di bawah pengawasan ketat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh dari sumber sekunder seperti laporan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), rilis resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), media berita terpercaya, dan literatur akademis. Data dianalisis menggunakan analisis isi, mengacu pada Kode Etik Akuntan Indonesia, prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG), dan kerangka pengendalian internal COSO. Temuan penelitian mengungkapkan pelanggaran prinsip-prinsip etika utama, termasuk integritas, objektivitas, kehati-hatian, dan akuntabilitas, dalam transaksi PGN. Kesimpulannya, pelanggaran etika akuntansi bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan kegagalan sistemik yang disebabkan oleh lemahnya pengawasan dan budaya organisasi. Penguatan mekanisme penegakan etika sangat penting untuk memulihkan akuntabilitas dan kepercayaan publik terhadap BUMN.