Putri Aliffia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fenomena Fomo bagi Perilaku Konsumtif dalam Pembelian Produk Skincare (Studi Kasus Mahasiswa FISH UNJ Followers Tiktok Tasya Farsya) Putri Aliffia
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena Fomo bagi perilaku konsumtif dalam pembelian produk skincare Didapatkan bahwa terdapat mahasiswa yang mengetahui tentang konten Tasya Farasya. mereka yang mengikuti media sosial Tasya Farasya dan mengikuti konten reviewnya serta mereka juga mempercayai bahwa vidio review yang di buat oleh konten creator Tasya Farasya terbukti bagus. dengan rumusan masalah Mengapa mahasiswa FISH fomo pada konten tiktok dan tasya farasya dan Bagaimana perilaku konsumtif mahasiswa FISH UNJ followers tasya farsya Peneliti mengambil metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sample mahasiswa FISH UNJ sebanyak 10 responden dengan melakukan wawancara secara langsung, Dengan ini peneliti ingin meneliti terkait “Fenomena FOMO dan Perilaku Konsumtif Mahasiswa FISH UNJ Dalam Pembelian Produk Skincare (Studi Kasus Konten Tiktok Tasya Farasya)” Penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa FISH UNJ mengalami fenomena FOMO (Fear of Missing Out) yang signifikan dalam konteks konsumsi konten TikTok, khususnya yang diproduksi oleh beauty influencer seperti Tasya Farasya. FOMO memengaruhi mereka dalam dua aspek utama: psikologis dan sosial, yang kemudian mendorong perilaku konsumtif terhadap produk skincare. FOMOkarena keinginan untuk tetap eksis secara sosial, rasa takut ketinggalan tren, dan tekanan lingkungan pertemanan. TikTok berperan besar sebagai platform penyebar tren dan pemicu dorongan konsumsi, terutama melalui fitur visual yang menarik, diskon waktu terbatas, dan konten review yang persuasif. konsumtif mahasiswa dipengaruhi oleh kebutuhan kulit, emosi, perasaan tidak percaya diri, citra diri, dan dorongan untuk terlibat dalam pembicaraan sosial.