Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisisis Isi Lambung Ikan Introduksi Red Devil (Amphilophus labiatus) Terhadap Risiko Invasifnya Di Danau Toba Silitonga, Afrizal Bigman; Batubara, Agung Setia
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.46140

Abstract

Analisis isi lambung ikan red devil (Amphilophus labiatus) di Danau Toba bertujuan untuk mengetahui jenis makanan dan dampak yang ditimbulkannya sehingga diketahui risiko invasif yang ditimbulkan di Danau Toba. Penelitian dilaksakan pada bulanFebruari April 2025. Metode yang digunakan yaitu metode survey, dimana penentuan tiga lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling (Kecamatan Porsea Kab. Toba, Kecamatan Muara Kab. Tapanuli Utara, Kecamatan Onan Runggu Kab. Samosir). Sebanyak 25 sampel red devil dikoleksi di masing-masing lokasi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa morfologi ikan red devil terdiri dari 3 warna yaitu merah atau oranye, merah campur hitam dan hitam. Identifikasi panjang relatif usus (RGL) menunjukkan ikan red devil dimana bersifat omnivora. Jenis makanan yang terdapat di lambung ikan di dominasi oleh fitoplankton sebagai makanan utama, zooplankton sebagai makanan pelengkap, terdapat perbedaan di lokasi Porsea yaitu zooplankton dan tulang ikan berperan sebagai makanan pelengkap, jenis makanan tambahan seluruh lokasi sampel yaitu terdiri dari ikan kecil, potongan daun, potongan akar, sisik ikan, lumut, sementara lokasi II dan III tulang ikan sebagai makanan tambahan red devil di Danau Jenis makanan yang diidentifikasi berbeda di tiap lokasi tergantung ketersediaan makananan di tempat dia hidup. Risiko invasif dari ikan red devil Danau Toba yaitu sebagai menyebabkan kompetisi makanan tinggi juga memangsa anakan ikan lain sehingga ikan lain sulit berkembang. Adaptasi tersebut menyebabkan ikan red devil cepat mendominasi wilayah perairan dan menyebabkan ikan lain punah serta sulit dikendalikan populasinya.