Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengatasi ancaman lingkungan serius di Danau Toba akibat proliferasi masif eceng gondok (Eichhornia crassipes) sekaligus menawarkan solusi ekonomi dan edukatif melalui sosialisasi pemanfaatan limbah eceng gondok menjadi produk bernilai ekonomis bagi masyarakat. Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas memerlukan pendekatan terpadu yang tidak hanya berfokus pada pembersihan fisik gulma, tetapi juga pada peningkatan literasi, penguatan teknologi pendidikan, pembinaan kewarganegaraan ekologis, dan pendidikan lingkungan sejak sekolah dasar.Metode pelaksanaan menggunakan sosialisasi partisipatif dan demonstrasi langsung yang melibatkan 50 peserta dari kelompok peternak ikan, wiraswasta, ibu rumah tangga, dan guru SD di Desa Sibola Hotasas, Balige, Provinsi Sumatera Utara, dengan materi meliputi identifikasi potensi eceng gondok, teknik pengolahan menjadi pakan probiotik fermentasi, serta pengenalan peluang usaha dan model pembelajaran kontekstual berbasis eceng gondok. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan dari rata-rata 45% menjadi 90%, mengindikasikan keberhasilan transfer teknologi, penguatan literasi lingkungan dan finansial, serta tumbuhnya kesadaran kewarganegaraan ekologis di kalangan peserta. Pemanfaatan eceng gondok sebagai pakan probiotik dan bahan ajar tematik di sekolah dasar berkontribusi pada mitigasi limbah ekologis di perairan Danau Toba dan membuka peluang penghematan biaya pakan, pengembangan usaha komunal, serta pembelajaran lingkungan hidup yang kontekstual dan berkelanjutan