Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efek Suplementasi Jamu Herbal Terhadap Performans Kambing Peranakan Jawarandu: The Effect of Herbal Supplementation on the Performance of Jawarandu Crossbred Goats Raditya, Raditya Nandhirabrata; Reni, Reni Murdiastuti; Aqil, Aqil Adyatama
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian jamu herbal (temulawak, jahe, dan kunyit) terhadap pertambahan bobot badan kambing Peranakan jawarandu. Sebanyak 20 ekor kambing uniseks dibagi menjadi empat perlakuan (masing-masing 5 ekor): P0 (kontrol, tanpa jamu), P1 (temulawak 10 g/100 ml), P2 (jahe 10 g/100 ml), dan P3 (kunyit 10 g/100 ml). Pemberian jamu dilakukan secara oral setiap pagi selama 30 hari. Semua kambing dipelihara dalam kandang koloni, diberi pakan basal yang sama (rumput odot 3 kg/ekor/hari, dedak 1 kg, garam 1 blok, dan air ad libitum), dan bobot badan ditimbang setiap minggu. Hasil menunjukkan bahwa kelompok perlakuan yang diberi jamu herbal mengalami peningkatan bobot badan lebih tinggi dibandingkan kontrol. Pemberian jamu kunyit (P3) menunjukkan peningkatan bobot badan tertinggi dari 28,70 kg menjadi 30,04 kg. Selain itu, konsumsi pakan juga cenderung lebih tinggi pada kelompok yang diberi jamu (P1 dan P3 sebesar 3 kg/ekor/hari). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian jamu herbal, khususnya kunyit, berpotensi meningkatkan performa pertumbuhan kambing jawarandu.
Uji Organoleptik Silase Daun Singkong dengan Level Molases yang Berbeda: Organoleptic Test of Cassava Leaf Silage with Different Molasses Levels Riyanti, Riyanti Anugrah; Raditya, Raditya Nandhirabrata; Aqil, Aqil Adyatama
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh level molases yang berbeda terhadap kualitas organoleptik silase daun singkong yang meliputi aroma, warna, tekstur, dan keberadaan jamur. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan level molases (T0 = 0%, T1 = 2%, T2 = 4%, T3 = 6%, dan T4 = 8%) dan empat ulangan. Uji organoleptik dilakukan oleh 10 panelis menggunakan skala hedonik 1–5. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan bahwa penambahan molases memberikan pengaruh yang sangat nyata (p < 0,05) terhadap parameter aroma, warna, dan tekstur silase, namun tidak berpengaruh terhadap keberadaan jamur (semua perlakuan memiliki nilai 5,00). Perlakuan T4 (molases 8%) memberikan nilai rata-rata tertinggi secara signifikan pada aroma (4,38 ± 0,63), warna (4,58 ± 0,55), dan tekstur (4,20 ± 0,79), sedangkan T1 (molases 2%) cenderung memiliki skor terendah. Dapat disimpulkan bahwa penambahan molases hingga level 8% mampu meningkatkan mutu organoleptik silase daun singkong tanpa memicu pertumbuhan jamur.
Uji Organoleptik Daging Ayam Broiler Berdasarkan Jenis Kemasan Berbasis Plastik Berbeda Dengan Metode Penyimpanan Lemari Es: Organoleptic Test of Broiler Chicken Meat Based on Different Types of Plastic-Based Packaging and Refrigerator Storage Methods Raditya, Raditya Nandhirabrata; Seli, Seli Ayu Astrian; Aqil, Aqil Adyatama
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode penyimpanan terhadap karakteristik organoleptik daging ayam broiler menggunakan dua jenis plastik kemasan (A dan B) dengan lama penyimpanan 3, 5, dan 7 hari. Evaluasi dilakukan terhadap parameter warna, tekstur dan aroma oleh 15 panelis semi-terlatih. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan bahwa plastik A, warna (p = 0,571) dan tekstur (p = 0,454) tidak berbeda signifikan, sedangkan aroma mengalami penurunan nyata setelah hari ke-5 (p = 0,037). Pada plastik B, warna menunjukkan perbedaan signifikan (P = 0,015), terutama antara hari ke-3 dan ke-5, sementara tekstur (p= 0,110) dan aroma (p = 0,577) relatif stabil. Secara keseluruhan, jenis plastik dan lama penyimpanan berpengaruh bervaeiasi terhadap parameter mutu daging ayam.