Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Existence Of Lego-Lego Art  As The Identity And Culture Of The Alor People Tamonob, Jeny; Relin Yosi Huka
Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsm.v13i1.2830

Abstract

Lego-lego art in Alor society today is influenced by globalization so that at the present time it is not displayed live but uses audio recordings which make the existence of the art less meaningful and meaningful to the art. The purpose of this study is to analyze what factors influence the existence of Lego-lego art in the Alor people. This research uses a qualitative approach to literature review through several scientific article literature, YouTube media and e-books about the people of Alor. The results show that the existence of Lego-lego art can be seen from its use as a means of entertainment and as a medium of learning in subjects at school to improve student character education. 
Pengembangan Musik Liturgi dalam Jemaat Gmit Imanuel Oesao Relin Yosi Huka; Rolfi Junyanto Is Natonis; Yefta Bako; Grace Nope
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.25243

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan musik liturgi di Jemaat GMIT Imanuel Oesao melalui pelatihan terstruktur yang mencakup aspek teologis, teknis, dan praktis. Latar belakang kegiatan ini adalah adanya kesenjangan antara kemampuan musikalitas jemaat yang tinggi, terbukti dari berbagai prestasi di tingkat nasional dan internasional, dengan keterbatasan variasi aransemen dan pemahaman liturgis dalam pelayanan ibadah mingguan. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, serta penyebaran kuesioner pretest dan posttest kepada 25 peserta yang terdiri dari 15 orang dewasa dan 10 orang remaja. Analisis data kualitatif dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan statistik deskriptif sederhana. Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan di Jemaat GMIT Imanuel Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, dengan menggunakan alat musik seperti keyboard Yamaha PSR-SX700, sound system portabel, dan perangkat lunak notasi musik MuseScore 4. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta dari rata-rata 55% pada pretest menjadi 85% pada posttest, serta peningkatan keterampilan praktis dalam mengiringi dan memimpin nyanyian liturgi. Peserta mulai memahami perbedaan lagu rohani dan liturgi, serta menyadari musik sebagai sarana perjumpaan dengan Allah. Pembahasan mengungkap bahwa metode pelatihan integratif yang menggabungkan teori, demonstrasi, praktikum, dan simulasi ibadah terbukti efektif, sejalan dengan hasil pengabdian serupa di jemaat-jemaat GMIT lainnya. Kegiatan ini juga berhasil mengidentifikasi bibit-bibit pelayan musik baru, terutama dari kalangan remaja. Kesimpulannya, pengabdian ini berhasil mencapai tujuannya, namun keberlanjutan melalui latihan rutin dan pendampingan berkelanjutan sangat diperlukan. Saran yang diberikan mencakup pembentukan tim koordinasi musik, alokasi anggaran khusus, pengembangan model pelatihan berbasis digital, serta perluasan program ke jemaat-jemaat lain di wilayah Kupang Timur.