Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sikap Generasi Muda Terhadap Melukat Sebagai Perilaku Coping Berbasis Budaya Bali Pandeirot, Gabriela Gebi Rosi
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 7 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i7.8413

Abstract

elukat is a spiritual cleansing ritual in Balinese culture, believed to alleviate emotional burdens and enhance psychological calmness. Amidst the dynamic challenges faced by today’s youth including academic stress, identity pressure, and shifting cultural values, this practice continues to be carried out with various adaptations. This study aims to explore the attitudes of young Balinese individuals toward melukat as a culturally rooted coping behavior. Using a qualitative phenomenological approach, data were collected through in-depth interviews and non-participant observation involving three participants aged 20–21 who had engaged in melukat at least twice in the past year. Thematic analysis was conducted based on the Miles and Huberman model. The findings reveal three attitude tendencies: (1) positive attitudes, in which melukat is seen as spiritually and psychologically beneficial and practiced reflectively to manage emotional stress; (2) positive attitudes with caution, reflecting openness to integrating melukat with professional help such as psychologists; and (3) negative attitudes, where melukat is perceived as not always effective or relevant in a psychological context. These findings suggest that young people do not entirely reject traditional practices but instead reconstruct their meaning in ways that are more adaptive to contemporary contexts.
Gambaran Sikap Generasi Z terhadap Melukat sebagai Perilaku Coping Berbasis Budaya Bali Pandeirot, Gabriela Gebi Rosi; Rahmatullah, Ainurizan Ridho
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 7 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i7.8413

Abstract

Generasi Z merupakan kelompok usia yang menunjukkan kerentanan tinggi terhadap permasalahan kesehatan mental. Di tengah keterbatasan pemanfaatan layanan kesehatan mental profesional, melukat merupakan praktik coping berbasis budaya yang masih dijalankan dalam masyarakat Bali. Namun, perkembangan literasi kesehatan mental modern turut memengaruhi cara generasi Z memaknai melukat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi gambaran sikap generasi Z terhadap melukat sebagai perilaku coping berbasis budaya Bali. Pertanyaan penelitian difokuskan pada bagaimana generasi Z memaknai, menilai, dan menempatkan melukat dalam menghadapi permasalahan psikologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan melibatkan tiga partisipan generasi Z asal Bali berusia 20–22 tahun yang telah menjalani praktik melukat minimal tiga kali dalam satu tahun terakhir. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan observasi non-partisipan, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik model Braun dan Clarke (2006) dengan bantuan perangkat lunak NVivo 12. Hasil penelitian menunjukkan tiga kecenderungan sikap utama, yaitu sikap reseptif, selektif, dan skeptis. Sikap reseptif ditandai dengan pemaknaan melukat sebagai praktik yang membantu regulasi emosi, ketenangan spiritual, dan kesiapan mental. Sikap selektif memosisikan melukat sebagai penanganan awal yang secara sadar dikombinasikan dengan bantuan profesional. Sementara itu, sikap skeptis memaknai melukat hanya sebagai kewajiban budaya tanpa diyakini memiliki manfaat psikologis. Temuan ini menunjukkan bahwa sikap generasi Z terhadap melukat bersifat beragam dan kontekstual, sehingga praktik budaya dapat berfungsi sebagai sumber regulasi emosi bagi sebagian individu, namun memiliki batas fungsi ketika dihadapkan pada permasalahan psikologis yang lebih kompleks.