Kajian ini memiliki tujuan dalam peningkatan hasil belajar matematika peserta didik melalui penggunaan media permainan yang menyenangkan dan bermakna serta media konkret yang tersedia di sekitar khususnya materi operasi penjumlahan. Fokus penelitian ini juga mencakup bagaimana implementasi teori belajar konstruktivisme dapat diterapkan dalam pembelajaran. Melalui penerapan teori kontruktivisme, peserta didik diharapkan dapat membangun pemahamannya melalui pengalaman secara langsung dan interaksi sosial. Teori konstruktivisme sangat menekankan pada keaktifan siswa. Dalam kajian ini dijelaskan bahwa pembelajaran dirancang menggunakan berbagai media konkret alat bantu hitung, papan permainan edukatif, kartu angka, serta dadu yang relevan dengan konsep penjumlahan. Penelitian ini dilakukan dengan penggunaan metode PTK diterapkan menjadi dua siklus. Setiap siklus dimulai dengan tahap planning, action, observasi dan reflection. Subjek penelitian adalah siswa kelas IB MIN 1 Lebak yang berjumlah 21 orang, 8 orang laki-laki dan 13 orang perempuan yang pada awalnya menunjukkan motivasi belajar dan hasil pembelajaran matematika yang rendah. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa pembelajaran konstruktivisme berbasis permainan berhasil meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Peningkatan terlihat dalam aktivitas dan antusiasme siswa selama mengikuti pembelajaran dapat dilihat dari nilai rata-rata yang meningkat dari 58,25 pada siklus 1 menjadi 86,75 pada siklus 2. Dengan demikian, pendekatan kontruktivisme melalui permainan ini terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika dan pemahaman mereka terhadap konsep penjumlahan.